Air Terjun Tibu Atas Makan Korban, Pengelola: Sudah Tutup Sejak Senin

Lokasi pencarian korban yang hanyut terbawa arus dan belum ditemukan. Kamis (04/11/2021). (Inside Lombok/Humas Basarnas).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Empat orang dilaporkan terseret arus di air terjun Tibu Atas, Desa Buwun Sejati, Narmada, Kamis (4/11). Dari empat orang tersebut, satu orang korban berhasil diselamatkan. Sementara satu orang lainnya meninggal setelah mendapat perawatan di Puskesmas Suranadi, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Pengelola tempat wisata air terjun Tibu Atas, Amin Zakaria menegaskan destinasi wisata tersebut telah ditutup sementara sejak Senin (1/11) lalu. Mengingat semakin tingginya intensitas hujan di kawasan itu.

Sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi, warga sekitar juga disebutnya telah mencoba mengingatkan keempat korban. Khususnya tentang penutupan destinasi air terjun Tibu Atas lantaran cuaca ekstrem serta volume air yang tinggi beberapa hari terakhir.

“Ada empat orang yang terseret arus. Sebenarnya sudah kita tutup, dan hari Minggu terakhir kita buka,” beber Amin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (04/11).

Pengelola dan warga setempat diterangkan Amin baru mengetahui ada pengunjung yang menerobos masuk, setelah salah satu dari rekan korban meminta pertolongan warga setempat.

“Setelah dapat laporan, saya langsung cek lokasi dan benar ada motor di lokasi parkir. Warga langsung berbondong-bondong ke lokasi untuk membantu,” ungkapnya. Diterangkan, warga sekitar telah melarang pengunjung untuk turun ke sekitar aliran air terjun tersebut.

“Mereka sudah dilarang untuk turun, karena cuaca dan air besar. Tetapi mereka ngotot dan bilang hanya ingin selfie, tapi ternyata diam-diam mereka malah mandi,” beber dia.

Para pengunjung yang nekat menerobos masuk itu pun disebutnya tidak memegang karcis. Mengingat tempat wisata itu memang sedang tutup sehingga tidak ada penjaga.

“Ada juga orang yang sedang menyabit rumput di sana dan melarang mereka mandi. Tapi namanya anak muda, mungkin mereka ingin menikmati tantangan, jadi tetap mandi,” tutur dia.

Dari informasi yang digali pihaknya, pengunjung yang berjumlah delapan orang tersebut berasal dari Abian Tubuh, Mataram. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 Wita. Kemudian sekitar pukul 11.50 Wita, salah seorang pengunjung melapor dan meminta pertolongan warga.

Peristiwa itu disebut Amin terjadi bahkan sebelum kawasan itu diguyur hujan. “Karena kondisi tutup, makanya pengelola tidak intens kontrol ke lokasi. Dari hari Senin sampai Rabu ada saja yang datang, tapi kita imbau pulang saja,” lanjutnya.

Hingga pukul 18.00 Wita, tim Basarnas Mataram masih terus melakukan pencarian untuk dua orang korban terseret arus sungai tersebut. Namun, kondisi hujan deras di lokasi dan arus air yang semakin deras, cukup menyulitkan pencarian.

Kepala kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH menyebut pencarian sampai saat ini masih dipusatkan di sekitar lokasi kejadian. “Kita sekarang masih proses pencarian dua korban lagi,” ujarnya.

Jika korban belum ditemukan dalam 24 jam, pihaknya akan memperluas lokasi pencarian tersebut. “Besok baru diperluas. Karena hari ini pencarian sampai jam 18.00 Wita. Karena kondisi yang sudah gelap dan hujan yang cukup deras,” pungkasnya. (yud)