Pengusaha Keluhkan Batas Waktu Operasional Hiburan Malam di Senggigi

Terlihat pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di kawasan wisata Senggigi, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker. (Inside Lombok/dok).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Para Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Para Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi mengaku dilema dengan kebijakan Pemda. Kebijakan itu terkait jam operasional tempat hiburan malam.

Ketua APH Senggigi, Suhermanto mengaku kebingungan. Lantaran saat ini, Pemda memberi izin operasional tempat hiburan malam diperbolehkan hanya sampai pukul 23.00 Wita. Itu dirasa tidak relevan dengan jam operasional tempat hiburan yang justru baru buka pukul 22.00 Wita dan biasanya hingga dini hari.

“Pengusaha berat untuk bisa mendukung aturan ini, tapi kami mencoba untuk mengikuti kebijakan pemerintah daerah. Dan secara instruksi tetap kami ikuti,” akunya.

Pihaknya mengaku hanya meminta kepastian dan berharap bisa membuka usaha mereka seperti sedia kala. Dengan jaminan akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama jam operasional.

“Gaji karyawan akan bisa terpenuhi dari mana kalau izin membuka usaha sangat terbatas seperti ini? Apalagi kondisi sekarang serba sulit” keluhnya.

Sebelumnya Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyebut memberi izin untuk pengoperasian jam malam hingga pukul 23.00 Wita. Karena melihat kondisi Lombok Barat sendiri, yang saat ini masih dalam status PPKM level 2.

Dirinya mengaku, sempat ada permintaan dari para pengusaha hiburan malam. Supaya mereka bisa diberikan izin untuk beroperasi hingga pukul 01.00 Wita. Akan tetapi hal itu belum diizinkan oleh Pemda Lobar.

“Itu yang ndak kita mau karena kita masih tetap harus hati-hati. Jadi mereka boleh buka tapi sampai jam 11 (23.00 Wita) dengan protokol kesehatan” tegas Fauzan Khalid, saat ditemui di Senggigi, Jum’at (10/09/2021).