Pembangunan Jembatan Cemare Butuh Anggaran Rp14 Miliar

Anggota DPR RI bersama BPJN NTB dan anggota DPRD Loabar, saat meninjau kondisi jembatan kayu di pantai Cemare, desa Lembar Selatan, kecamatan Lembar. Rabu (13/09/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas PUPR Lobar menyebut master plan perencanaan teknis pembangunan jembatan dan penataan kawasan wisata pantai Cemare di Lembar hampir selesai. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya diperkirakan sebesar Rp 14 miliar.

Sebelumnya ada dorongan dari anggota DPRD RI, saat kunjungan kerja ke Cemare. Catatannya, supaya Dinas PUPR dan BPJN dapat segera mengusulkan proposal perencanaan serta desain rencana pembangunan jembatan itu.

“Kalau desain jembatannya itu sudah clear (selesai, red). Itu dananya kurang lebih Rp 14 miliar,” ungkap Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/09/2021) sore.

Bahkan detail desain jalan di kawasan itu pun, diakui Made sudah siap. Di mana untuk penataan kawasan wisata pantai Cemare, termasuk pembangunan jalan. Secara keseluruhan diakuinya membutuhkan anggaran sekitar Rp 22 miliar. Di dalamnya juga sudah termasuk pembangunan jembatan dengan anggaran Rp 14 miliar tersebut.

“Paling tidak kebutuhan anggaran menurut kerangka yang ada dari yang kita konsep, kurang lebih butuh anggaran Rp 22 miliar. Komponen pembagunan jembatan, yang lainnya jalan dan penataan pengamanan pantai” papar Made.

Dalam hal ini juga sudah ada pengamanan kawasan pantai dari BWS. Yang merupakan tindak lanjut atas kondisi kawasan itu ketika diterjang banjir beberapa waktu lalu. Namun karena ketersediaan anggaran, sehingga penanganannya belum dapat optimal.

Di mana sebelumnya dalam kunjungan ke Pantai Cemare itu, pihak balai jalan menyarankan supaya dalam pembangunan dan penataan kawasan itu, tidak hanya dibebankan kepada Dinas PUPR Lobar. Tetapi dalam hal ini juga perlu adanya sinergi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata untuk penataan destinasinya, serta dinas Perkim untuk penataan kawasan pemukiman warga setempat.

“Perencanaan penataan kawasan Cemare sebagai obyek pendukung kawasan ibu kota Gerung itu harus, karena yang paling dekat itu Cemare” imbuhnya.

Sehingga Made berharap semoga kunjungan  kerja anggota DPR RI, beserta pihak BPJN dan anggota DPRD setempat dari partai PKS yang telah membuka jalan untuk membantu mempercepat realisasi perencanaan pembangunan jembatan kayu di Cemare itu, dapat menjadi angin segar.