Wali Kota Berikan Dispensasi ASN yang Merayakan “Lebaran Topat”

Jajaran ASN Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, saat mengikuti upacara di Halaman Kantor Wali Kota Mataram (Inside Lombok/Humas Pemkot Mataram)

Mataram (Inside Lombok) – Perayaan “Lebaran Topat” sudah menjadi tradisi sendiri bagi masyarakat bagi masyarakat di Pulau Lombok, termasuk di Kota Mataram. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana memberikan dispensasi kerja bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin melaksanakan tradisi tersebut.

Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, yang juga membenarkan bahwa Lebaran Topat telah menjadi tradisi. Karena itu Ahyar menyebut bahwa perayaan yang biasanya jatuh sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri tersebut perlu dilestarikan, tidak terkeculai untuk Lebaran 1440 Hijriah/2019 Masehi kali ini.

“Lebaran Topat menjadi salah satu tradisi budaya yang perlu dilestarikan. Karenanya kami ingin ASN ikut serta mendukung kegiatan tahunan masyarakat di Pulau Lombok,” ujar Ahyar, Jumat (07/06/2019) di Mataram.

Perayaan Lebaran Topat untuk tahun 2019 sendiri jatuh pada hari Rabu (12/06/2019) mendatang, dimana pada tanggal tersebut merupakan hari aktif bekerja bagi aparat negara setelah libur panjang lebaran. Namun karena mempertimbangkan pelestarian tradisi, Ahyar memberikan kesempatan bagi aparat negara yang ingin merayakan Lebaran Topat bersama keluarga untuk mengatur waktu sendiri.

“Tetap masuk, dan setelah tugas kantor selesai, silakan mengatur diri jika ingin merayakan Lebaran Topat. Kita berikan dispensasi,” ujar Ahyar.

Ahyar sendiri menerangkan bahwa Pemkot Mataram juga akan menggelar perayaan Lebaran Topat di dua titik, yaitu di Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan yang dianggap sebagai dua makam keramat di Kota Mataram.

Sebelum melaksanakan perayaan di dua titik tersebut, diterangkan Ahyar bahwa Pemkot Mataram akan terlebih dahulu melaksanakan Lebaran Topat di Musala Siti Aisyah Kantor Wali Kota Mataram. Perayaan akan diisi dengan kegiatan zikir dan doa, serta sarapan bersama dengan menu khas tradisional.

“Mari semarakkan Lebaran Topat untuk melestarikan tradisi dan budaya Islami yang tidak ada di daerah-daerah lain,” pungkas Ahyar.