Mataram (Inside Lombok) – DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi NTB menggelar dialog dengan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI Bidang UMKM pada Rabu (19/11) di Mataram untuk menyerap kendala dan aspirasi pelaku UMKM perempuan di daerah tersebut. Kegiatan ini dihadiri 50 pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Marin Craft Mandalika Rinjani (MCMR).
Ketua DPD PIM NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, menjelaskan bahwa para peserta merupakan pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi PIM.
“Kami hadirkan 50 perempuan UMKM yang tergabung dalam Marin Craft Mandalika Rinjani UMKM kreatif. Yang bergabung di Marin ini adalah mereka yang benar-benar usahanya sudah mendapat kurasi dari PIM,” ujarnya. Dialog diwakili oleh Hari Fajri selaku perwakilan Stafsus Wapres RI Bidang UMKM.
Dalam sesi diskusi, pelaku UMKM menyampaikan sejumlah kendala yang mereka hadapi, termasuk permintaan bantuan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas usaha. Selain itu, peserta meminta agar perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada sektor kuliner, tetapi juga produk kreatif dan kerajinan.
“Ada juga UMKM kami yang menjual ayunan nasional, itu juga perlu mendapatkan perhatian dari Stafsus Wapres bidang UMKM,” terangnya.
PIM NTB dan perwakilan Stafsus Wapres menyepakati rencana dialog lanjutan karena Stafsus Wapres Tina Talisa berhalangan hadir. “Kami tadi bersepakat, akhirnya akan berdialog kembali untuk memastikan Ibu Tina Talisa akan hadir di Desember nanti. Apa yang disampaikan tadi ini agar dapat direalisasikan di Desember,” jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri UPTD NTB Mall dan perwakilan Dinas Koperasi yang menyampaikan rencana pembukaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang akan bekerja sama dengan DPD PIM NTB.

