Mataram (Inside Lombok) – Atlet akuatik Kota Mataram, Rayya Nesya Aura kembali meraih prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 dengan membawa pulang dua medali perunggu. Untuk mencapai hasil tersebut, Nesya menjalani latihan intensif hingga 13 kali dalam seminggu.
Nesya mengatakan dua medali perunggu diraih pada nomor 50 meter gaya dada dan 100 meter gaya dada. Kejurnas Akuatik berlangsung di Stadion Akuatik GBK Senayan pada 28 April–1 Mei dan 5–7 Mei 2026 dengan diikuti sekitar 1.000 peserta dari 24 provinsi, termasuk NTB.
“Kalau nasional sudah sering berangkat. Tapi untuk medali ini yang kedua. Pertama itu pada tahun 2024,” katanya, Kamis (7/5/2026).
Siswi kelas VII SMP Negeri 2 Mataram itu mengaku persiapan menuju kejurnas dilakukan dengan latihan yang cukup berat. Dalam sepekan, ia menjalani latihan hingga 13 kali pada pagi dan sore hari untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknik. “Latihannya cukup berat karena mau event itu 13 kali latihan dalam seminggu. Bisa pagi dan sore,” ujarnya.
Menurut Nesya, persaingan pada Kejurnas Akuatik cukup ketat, terutama dengan atlet dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta yang dinilai memiliki kecepatan lebih baik. Kedua daerah tersebut menjadi lawan terberat selama pertandingan berlangsung. “Atletnya itu lebih cepat. Dua daerah ini jadi saingan yang cukup berat,” ungkapnya.
Sebelum bertanding, Nesya mengaku sempat khawatir tidak mampu memenuhi ekspektasi pelatih karena pada beberapa event sebelumnya belum berhasil meraih medali. Namun, hasil di Kejurnas kali ini menjadi pencapaian tersendiri bagi dirinya dan kontingen NTB.
“Takut nanti hasil tidak sesuai ekspektasi. Tapi ternyata alhamdulillah dapat dua medali perunggu untuk NTB. Sebelumnya mau dapat emas, tapi ternyata ada babak final jadinya dapat perunggu,” katanya.

