24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPolres Lobar Bantah Keterlibatan “Komandan Wira” dalam Kematian Brigadir Esco

Polres Lobar Bantah Keterlibatan “Komandan Wira” dalam Kematian Brigadir Esco

Lombok Barat (Inside Lombok) – Polres Lombok Barat (Lobar) menyatakan tidak menemukan keterlibatan sosok “Komandan Wira” dalam kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely, berdasarkan hasil pendalaman penyidikan yang disampaikan melalui surat perkembangan hasil penyidikan kepada pelapor. Pernyataan ini disampaikan setelah rangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk Scientific Crime Investigation, rekonstruksi tambahan, dan analisis digital forensik.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa saksi-saksi kunci, ahli, hingga kedua anak korban untuk menelusuri dugaan adanya pihak lain yang terlibat. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap sosok berinisial W tidak terbukti.

“Kami telah melakukan pemeriksaan mendalam, baik terhadap SA alias HS, dan saksi-saksi lain, termasuk kedua anak korban. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi keterlibatan saudara Wira di TKP maupun dalam rentang waktu krusial peristiwa tersebut,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Inside Lombok, Sabtu (22/11/2025).

Penyidik juga memastikan keberadaan Wira saat korban dinyatakan hilang pada 19 Agustus 2025. Eka mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Mataram bersama dua saksi lain mulai pukul 19.30 Wita hingga 22.45 Wita. Keterangan tersebut disebut konsisten dan didukung pengakuan saksi mata yang berada di lokasi yang sama.

Selain itu, polisi meluruskan kesalahpahaman terkait sapaan “komandan” yang memicu spekulasi publik mengenai hubungan antara tersangka SA alias HS dan Wira. Eka menjelaskan bahwa tersangka memiliki kebiasaan memanggil setiap anggota Polri dengan sebutan tersebut.

“Saudara Wira ini merupakan teman satu angkatan atau leting dengan korban yang bertugas di tempat yang sama, yakni Polsek Sekotong. Hubungan mereka adalah rekan kerja. Panggilan ‘komandan’ dari tersangka SA adalah sapaan umum yang biasa ia gunakan, bukan indikasi adanya perintah atau hierarki dalam tindak pidana ini,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan ahli digital forensik dan psikologi forensik juga tidak menemukan jejak komunikasi maupun motivasi yang mengarah pada keterlibatan Wira. Eka menyebut bahwa keterangan kedua anak korban turut memperkuat hasil penyidikan karena mereka tidak pernah menyebut nama Wira dalam peristiwa kekerasan yang menimpa ayah mereka. Ia menambahkan bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum kepolisian yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik,” tandasnya.

Saat ini Polres Lobar menunggu hasil penelitian dari Jaksa Penuntut Umum terhadap berkas perkara tersangka Rizka Sintiani dan SA alias HS yang telah dikirimkan kembali setelah dilengkapi. Eka mengatakan bahwa langkah selanjutnya akan ditentukan setelah petunjuk dari Kejaksaan, sementara kepolisian tetap membuka ruang komunikasi bagi keluarga atau pelapor apabila terdapat bukti baru yang ingin disampaikan.

- Advertisement -

Berita Populer