Mataram (Inside Lombok) – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengikuti seleksi jabatan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Jumat (27/2/2026). Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan tidak akan menahan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin berkarir di tingkat provinsi dan telah memberikan rekomendasi resmi.
Mohan mengatakan telah memberi ruang dan jabatan kepada para ASN selama bertugas di Kota Mataram. “Nanti saya pertimbangkan (untuk ditempatkan kembali). Saya tidak mau menghakimi, ketika mereka punya harapan untuk berkarir di tempat lain, ya silakan,” katanya.
Ia menegaskan keputusan mengikuti seleksi merupakan hak masing-masing ASN. “Saya tidak mau menahan orang, itu hak mereka. Saya sudah keluarkan rekomendasi, silakan saja,” tegasnya.
Terkait kemungkinan ASN tidak lolos seleksi dan kembali ke Pemkot Mataram, Mohan menyatakan akan mempertimbangkan kembali penempatan jabatan mereka. “Saya akan petimbangkan untuk saya tempatkan kembali atau tidak,” katanya.
Ia juga mengingatkan soal motivasi dan kinerja ASN yang kembali bertugas di Kota Mataram. “Kalau kembali kesini dan motivasi turun ya saya ganti dengan yang lain yang punya motivasi. Saya akan cari orang punya semangat dan motivasi yang sama dengan sama,” ujarnya.
Salah satu pejabat yang mengikuti seleksi di Pemprov NTB adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan. Ia menyatakan keikutsertaannya dalam seleksi merupakan bagian dari pengabdian sebagai ASN dan bukan karena ketidakpuasan. “Pencapaian Kota Mataram ini sudah sangat luar biasa. Ini kerja kolektif dan ingin kita bawa ke provinsi dan menjadi pencapaian buat Kota Mataram,” katanya.
Ia menambahkan siap menerima keputusan pimpinan jika tidak lolos seleksi. “Itu hak prerogatif dari wali kota dan kita sudah menunjukan komitmen dari awal. Apapun itu kita akan bekerja dengan baik,” pungkasnya.

