Lombok Utara (Inside Lombok) – SMK Negeri 1 Tanjung menyusun strategi untuk menghidupkan kembali program magang luar negeri bagi siswa dengan fokus pada penguatan kemampuan bahasa asing. Langkah ini diambil menyusul terhentinya kerja sama pengiriman siswa ke luar negeri setelah berakhirnya program SMK Pusat Keunggulan (PK).
Kepala SMKN 1 Tanjung, Muh. Syarifudin A. Rahman, mengatakan sekolah sebelumnya memiliki rekam jejak kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berhasil mengantarkan sejumlah alumni bekerja di luar negeri. Namun, program tersebut terhenti seiring berakhirnya status SMK PK.
“Dulu secara historis memang pernah ada kerja sama melalui program SMK PK dan ada beberapa alumni kita yang sudah bekerja di luar negeri. Namun karena program itu berakhir, kelanjutannya sempat terputus,” ujarnya.
Sebagai upaya menghidupkan kembali program tersebut, pihak sekolah kini merancang konsep baru dengan menitikberatkan pada pengembangan kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang, yang menjadi syarat utama untuk magang di luar negeri.
“Konsep awalnya kita mulai dari pengembangan bahasa dulu. Rencananya untuk Bahasa Jepang akan kami adakan secara mandiri oleh sekolah karena peminatnya cukup banyak dari anak-anak,” terangnya.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum untuk memetakan siswa yang berminat mengikuti program magang luar negeri. Siswa terpilih akan mendapatkan tambahan jam pembelajaran dan kursus intensif.
“Kami tidak ingin mengecewakan ekspektasi siswa. Gambaran tahun-tahun sebelumnya menjadi motivasi bagi kami. Jangan sampai dulu ada programnya, sekarang justru tidak ada. Jadi, kita plot anak-anak yang benar-benar berminat untuk kita bekali bahasa asing,” terangnya.
Selain itu, SMKN 1 Tanjung mulai menjajaki kerja sama dengan lembaga kursus lokal di Lombok Utara guna memperkuat kemampuan bahasa siswa sebelum disalurkan ke lembaga penyalur tenaga kerja luar negeri.
“Harapannya, begitu mereka memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni, pintu peluang untuk magang maupun bekerja di luar negeri akan kembali terbuka lebar,” pungkasnya.

