BerandaMataramLancar Jaya, Pemperov Sukses Tuntaskan Masalah Tahunan Logistik Ternak NTB

Lancar Jaya, Pemperov Sukses Tuntaskan Masalah Tahunan Logistik Ternak NTB

Mataram (Inside Lombok) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berhasil mengatasi antrean panjang truk pengangkut ternak yang selama bertahun-tahun terjadi saat musim kurban dengan menormalisasi jalur logistik di Pelabuhan Gili Mas. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Lalu Lintas Ternak, arus pengiriman sapi menuju Jabodetabek kini berjalan lancar dan terkendali.

Normalisasi dilakukan melalui reformasi manajemen logistik yang diinstruksikan pimpinan daerah untuk melindungi aset ekonomi peternak. Pemprov menerapkan kebijakan Zero Queue Policy dengan mengintegrasikan koordinasi antarpos perbatasan di Pulau Sumbawa hingga Pelabuhan Pototano dan Gili Mas, sehingga alur kendaraan diatur bertahap tanpa penumpukan di pelabuhan.

Selain itu, pemerintah menyiagakan fasilitas tangki air bersih bekerja sama dengan BPBD dan Balai Karantina di titik-titik tunggu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi tetap terhidrasi sebelum pengiriman, terutama pada puncak distribusi 13–16 April.

Dari sisi kesehatan ternak, hingga pertengahan April tercatat 19.135 ekor sapi telah mengantongi Sertifikat Veteriner. Pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, dan obat-obatan dilakukan secara simultan oleh petugas medik veteriner di Pelabuhan Gili Mas untuk menjaga kualitas ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi, menyatakan keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan logistik yang telah berlangsung lama. “Masalah yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini akhirnya bisa kita urai dengan sinergi lintas sektor yang solid. Arahan pimpinan sangat jelas: pastikan peternak kita tidak merugi karena kendala teknis di lapangan. Dengan jalur yang normal, martabat Sapi NTB sebagai penyuplai utama nasional tetap terjaga,” ujar Riadi.

Pemprov NTB optimistis pengiriman sapi untuk kebutuhan Iduladha 1447 H dapat rampung tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi positif bagi peternak di Lombok dan Sumbawa.

- Advertisement -

Berita Populer