BerandaLombok UtaraJelang May Day, Pengangguran Terbuka Jadi Sorotan di KLU

Jelang May Day, Pengangguran Terbuka Jadi Sorotan di KLU

Lombok Utara (Inside Lombok) – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyoroti isu pengangguran terbuka yang tercatat sebesar 2,68 persen atau naik sekitar 1,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini dikaitkan dengan metode perhitungan angkatan kerja, Rabu (22/4).

Kepala Disnaker KLU, Evi Winarni, menjelaskan bahwa angka pengangguran terbuka dipengaruhi oleh standar Badan Pusat Statistik (BPS) yang memasukkan usia 15 hingga 60 tahun sebagai kelompok usia produktif.

“Pengangguran terbuka itu pendekatannya mulai dari usia 15 tahun sampai 60 tahun sebagai usia produktif. Faktanya, anak usia 15 hingga 18 tahun di KLU mayoritas masih duduk di bangku sekolah, namun mereka sudah masuk dalam hitungan angkatan kerja oleh BPS,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kelompok usia sekolah 15–18 tahun mencakup lebih dari sepertiga angkatan kerja di KLU, sehingga berdampak pada peningkatan angka pengangguran secara administratif. “Ini bukan hanya pekerjaan Disnaker, tapi juga dinas terkait bagaimana mempertahankan lama sekolah. Jika anak-anak tetap sekolah, maka mereka tidak menjadi pencari kerja di usia dini,” terangnya.

Untuk menekan angka pengangguran riil, Disnaker KLU melakukan berbagai langkah, termasuk menggelar job fair dan memfasilitasi seleksi tenaga kerja secara langsung bersama perusahaan, seperti PNM Mekar. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan yang saat ini dalam proses harmonisasi dengan legislatif.

“Mudah-mudahan segera diselesaikan oleh dewan. Di dalam Perda tersebut, sudah ada poin-poin strategis untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal secara lebih maksimal,” tuturnya.

Disnaker KLU juga menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang dilengkapi dengan uji kompetensi. “Kami ingin tenaga kerja kita memiliki daya saing. Jadi, setelah mengikuti pelatihan di BLK, mereka akan melalui uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat. Itulah bukti nyata bahwa mereka siap kerja dan kompeten di bidangnya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer