Mataram (Inside Lombok) – Pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Provinsi NTB mulai dilakukan, ditandai dengan keberangkatan kloter I asal Lombok Timur pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Di tengah pelaksanaan ibadah haji, kondisi cuaca di Tanah Suci diperkirakan mencapai 42–43 Derajat Celcius dengan situasi berdebu dan berangin.
Ketua Tim Kerja IV BKK Kelas 1 Mataram, dr. Ferry Wardhana, mengimbau jamaah untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar hotel. “Saya sarankan pakai masker. Karena disana itu lagi musim debu sama angin. Jadi pakai masker,” katanya.
Ia juga mengingatkan tingginya risiko dehidrasi akibat suhu panas dan padatnya rangkaian ibadah. Jamaah diminta memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga waktu istirahat. “Jemaah di asrama itu kan kurang dari 24 jam. Dan ritual cukup lumayan dari pagi sampai malam. Jadi istirahat, karena akan melakukan lumayan cukup panjang,” ungkapnya.
Selain itu, dr. Ferry menyebut terdapat dua jamaah yang ditunda keberangkatannya. Satu jamaah ditunda hingga tahun depan karena mengalami patah tulang dan masih dalam penanganan medis, sementara satu lainnya berpotensi berangkat pada kloter berikutnya karena kondisi anemia. “Ada yang ditunda di kloternya. Insya allah yang satu bisa berangkat kloter berikutnya karena anemia,” katanya.
Sementara itu, untuk kloter asal Lombok Tengah, hingga saat ini tidak terdapat jemaah yang ditunda keberangkatannya. “Untuk sampai saat ini masih aman-aman saja,” ujarnya.
Pihak kesehatan mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah, mengingat suhu ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci.

