BerandaLombok UtaraWujudkan Satu Data dari Desa, Kecamatan Tanjung Jadi Pilot Project Desa Cantik

Wujudkan Satu Data dari Desa, Kecamatan Tanjung Jadi Pilot Project Desa Cantik

Lombok Utara (Inside Lombok)- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mewujudkan tata kelola data yang rapi, berkualitas, dan terintegrasi, dimulai dari level terbawah yakni pemerintahan desa.

​Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, mengungkapkan bahwa program ini adalah fondasi penting bagi daerah untuk memiliki basis data yang kuat. Dimana akurasi data di tingkat kabupaten sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun oleh desa.

“Ini adalah pencanangan Desa Cantik yang bertujuan agar kita bisa mendapatkan data strategis yang tercatat rapi dan terakomodir dengan baik. Harapan kami, visi Lombok Utara satu desa satu data bisa terealisasi melalui program ini,” ujarnya, Senin (27/4).

​Untuk tahap awal, terdapat tiga desa di Lombok Utara yang menjadi pilot project dan mendapatkan pembinaan intensif tahun ini. Yakni Desa Sama Guna, Desa Medana, dan Desa Jenggala. Ia berharap keberhasilan di tiga desa ini akan segera disusul oleh desa-desa lainnya di KLU pada tahun mendatang.

​”Jika data dari desa sudah bermutu dan berkualitas, maka data di kabupaten otomatis akan baik. Kami minta desa-desa yang terpilih untuk benar-benar mengawal, menjaga, dan merawat datanya dengan baik,” imbuhnya.

Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan amanat UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. BPS berperan sebagai pembina data statistik sektoral yang kini jangkauannya diperluas hingga ke tingkat desa. Ia menyoroti tantangan klasik di pemerintahan desa, yakni banyaknya aplikasi pendataan yang belum optimal serta adanya ketidaksinkronan data antar kementerian.

​”Kita sering menemukan data penduduk desa di satu kementerian berbeda dengan kementerian lain, padahal objek dan periodenya sama. Di sinilah BPS masuk melalui pembinaan Desa Cinta Statistik untuk meningkatkan literasi dan tata kelola data agar sinkron dan berkualitas,” ungkapnya.

​Ia menambahkan, penguatan data dari desa ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden RI, yakni membangun dari bawah (desa) untuk peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dengan data yang akurat, program perlindungan sosial maupun stimulus ekonomi bagi UMKM akan lebih tepat sasaran karena berbasis By Name By Address (BNBA).

​”Kami tidak membawa program baru, tapi membina apa yang dibutuhkan desa. Hingga 2025, baru sekitar 28 desa di NTB yang terbina. Kami mendorong agar seluruh desa di Lombok Utara, yang berjumlah 43 desa, bisa dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik agar output datanya seragam dan bermakna untuk perencanaan pembangunan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer