BerandaMataramJarak Tempuh Terlalu Jauh, OPD Kembali Gunakan Sepeda Motor

Jarak Tempuh Terlalu Jauh, OPD Kembali Gunakan Sepeda Motor

Mataram (Inside Lombok) – Penggunaan sepeda sebagai transportasi para kepala dinas dan beberapa pegawai lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram sudah mulai berkurang. Karena para pejabat saat ini mulai beralih menggunakan sepeda motor pribadinya.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan penggunaan sepeda ini diakuinya tidak mudah. Pasalnya jarak antara tempat tinggal dengan kantor ini cukup jauh. Sehingga para kepala OPD usul untuk menggunakan sepeda motor pribadi.

“Kemarin, setelah kita lihat teman-teman tidak mudah pergi ke kantor pakai sepeda. Saya tetap berusaha,ya. Dan mereka mengusulkan agar bisa kembali menggunakan motor pribadi,” jelasnya.

Kebijakan penggunaan motor pribadi ini juga masih dipertimbangkan meskipun demikian sudah ada beberapa OPD yang mulai menggunakan kendaraan pribadinya. “Ini saya pertimbangkan. Boleh tidak saya menggunakan motor pribadi. Karena berat sekali,” ungkapnya.

Untuk efektivitas dari kebijakan efisiensi yang diterapkan ini, Mohan mengaku belum mendapatkan laporan. Sedangkan kendaraan para kepala dinas masih tetap disimpan di rumah masing-masing. Namun, sesekali tetap dihidupkan sebagai salah satu upaya pemeliharan aset daerah agar tidak cepat rusak.

“Ada di rumahnya. Mereka bisa sesuaikan. Panasin sehari sebentar,” ungkapnya.

Beberapa kepala Dinas sebelumnya yang menggunakan sepeda untuk berangkat kerja yaitu Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Sosial hingga beberapa pegawai lainnya.

Namun, untuk kebijakan efisiensi penggunaan kendaraan dinas tetap dilakukan. Misalnya, penggunaan mini bus ke sidang rapat paripurna masih diterapkan. Di mana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram bersama kepala OPD kumpul di satu tempat kemudian bersama-sama menggunakan satu kendaraan ke sidang rapat paripurna.

- Advertisement -

Berita Populer