BerandaEkonomiEfek Digitalisasi, Pendapatan Bluebird Tumbuh 11,6 Persen

Efek Digitalisasi, Pendapatan Bluebird Tumbuh 11,6 Persen

Mataram (Inside Lombok) – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membuktikan sebagai pemain utama industri transportasi tanah air dengan mencetak performa impresif pada awal tahun 2026. Di tengah ketatnya persaingan mobilitas, emiten berlogo burung biru ini sukses membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh signifikan sebesar 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Ketangguhan operasional perusahaan juga tercermin dari angka EBITDA yang menyentuh Rp341,8 miliar, dengan raihan laba bersih mencapai Rp157 miliar. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi disiplin operasional dan standarisasi layanan tinggi tetap menjadi kunci kepercayaan pelanggan.

Meski pilihan moda transportasi kian beragam, pilar utama bisnis Bluebird, yakni layanan taksi, tetap menunjukkan pertumbuhan kokoh sebesar 12% (yoy). Menariknya, pergeseran perilaku konsumen ke arah digital semakin terlihat nyata. Pengguna aplikasi MyBluebird melonjak 22,4%, dengan fitur fixed price (harga pasti) menjadi primadona yang permintaannya naik hampir 30%.

​Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menegaskan bahwa rahasia di balik angka-angka positif ini adalah konsistensi layanan yang didukung oleh teknologi presisi.

​”Kami memastikan armada selalu siap dan kualitas layanan tetap terjaga. Dengan teknologi, kami kini bisa membaca pola permintaan secara lebih presisi, mulai dari area titik kumpul, momentum kegiatan, hingga jam operasional. Hal ini membuat penempatan armada jauh lebih responsif dan efisien,” ujarnya.

Pertumbuhan ini juga didorong oleh langkah ekspansi yang masif. Sepanjang kuartal I-2026, Bluebird tercatat menambah titik pangkalan hingga 43% dibandingkan tahun lalu. Momentum Lebaran 2026 pun berhasil dimanfaatkan dengan maksimal, di mana perusahaan mencatat kinerja yang melampaui capaian musim mudik tahun sebelumnya.
​Tak hanya soal profit, Bluebird terus memperkuat komitmen Sustainability (Visi Keberlanjutan).

“Perusahaan terus menambah armada kendaraan listrik (EV) di kota-kota besar, dengan fokus utama penguatan mobilitas ramah lingkungan di wilayah Bandung dan Bali,” terangnya.

Di balik kecanggihan teknologi, Adrianto menyadari bahwa pengemudi adalah wajah dari layanan Bluebird. Oleh karena itu, perseroan terus memperkuat program kesejahteraan dan skema pendapatan yang kompetitif bagi para mitra.

“Langkah ini krusial untuk menjaga motivasi dan retensi pengemudi. Jika pengemudi sejahtera, pengalaman perjalanan pelanggan pun akan tetap nyaman dan konsisten,” terangnya.

​Bluebird optimis mampu menjaga tren positif ini dengan sisa waktu di 2026. Fokus utama perusahaan tetap pada penguatan keandalan layanan, perluasan aksesibilitas bagi pelanggan, serta peningkatan produktivitas operasional di seluruh lini bisnis. “Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer