BerandaLombok TengahLoteng Gandeng IOA, Perkuat SDM Guru Lewat Pelatihan dan Donasi Rp1,1 Miliar

Loteng Gandeng IOA, Perkuat SDM Guru Lewat Pelatihan dan Donasi Rp1,1 Miliar

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggandeng Indonesian Overseas Alumni (IOA) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru melalui program pelatihan dan penggalangan donasi lebih dari Rp1,156 miliar. Program yang menyasar kepala sekolah dan sekitar 6.000 guru SD dan SMP ini telah mulai dilaksanakan sejak awal tahun.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi guru, metode pembelajaran, serta penguatan manajemen sekolah. Dalam pelaksanaannya, IOA menghadirkan fasilitator dan tenaga pelatih berpengalaman untuk memberikan pendampingan teknis dan edukatif kepada para peserta.

Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. “Peningkatan kualitas SDM guru dalam menciptakan generasi yang unggul. Kami menyambut baik kolaborasi dengan IOA ini, karena memberikan dampak langsung melalui pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana yang terkumpul berasal dari berbagai pihak, tidak hanya masyarakat Loteng, tetapi juga sponsor dan donatur dari luar daerah. “Donasi yang terkumpul ini bukan hanya dari masyarakat Loteng, tetapi juga dari para sponsor dan donatur, termasuk melalui kegiatan seperti fun bike. Ini menunjukkan bahwa banyak pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di daerah kita,” tambahnya.

Menurut Pathul, program ini juga diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. “Kami ingin memastikan anak-anak kita betah di sekolah. Karena itu, guru tidak hanya ditingkatkan kompetensinya, tetapi juga dibekali cara-cara menciptakan pembelajaran yang menarik dan humanis,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua IOA Eka Tanuwijaya menyampaikan antusiasme berbagai pihak dalam mendukung program tersebut. “Dana yang terkumpul ini untuk membuat pelatihan bagi para kepala sekolah dan guru di Loteng, untuk para guru SD karena awal dari pembentukan karakter,” katanya.

Ia menambahkan, program pelatihan telah dimulai sejak Januari dan dirancang dalam jangka panjang. “Kita sudah mulai sejak januari. Kita aja di sini 10 tahun. Kita sudah di KLU di sana ada 1500 guru kita latih selama lima tahun kalau di Loteng 6000 guru kit butuh 10 tahun,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer