BerandaMataramDua Pekan Jelang Iduladha, Pemantauan Hewan Kurban di NTB Sudah Dimulai

Dua Pekan Jelang Iduladha, Pemantauan Hewan Kurban di NTB Sudah Dimulai

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB akan membentuk tim pemantau hewan kurban dua pekan sebelum Hari Raya Kurban untuk memastikan kesehatan ternak, termasuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemantauan dilakukan di lapak penjualan yang mulai bermunculan menjelang Iduladha.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, mengatakan tim akan mulai bekerja sekitar dua minggu sebelum hari raya. “Dua minggu sebelum hari Raya Kurban. Juga kalau sudah banyak lapak-lapak. Kita sudah mulai pantau,” katanya, Selasa (6/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi medis dan fisik hewan kurban dalam keadaan sehat. Selain PMK, petugas juga mengantisipasi penyakit lain yang kerap ditemukan pada ternak. “Pengalaman kami di peternakan itu ada pernah gelaja PMK. Yang lain paling scabies (kurap). Kalau pada saat pemotongan itu cacing hati,” ungkapnya.

Meski kasus PMK di NTB telah menurun signifikan, Riadi menegaskan penyakit tersebut masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hal ini karena NTB belum dinyatakan bebas dari PMK. “PMK masih menjadi prioritas kami untuk dipantau. Karena kita kan daerah yang diserang PMK,” katanya.

Menurutnya, kasus PMK masih ditemukan di sejumlah wilayah seperti Sumbawa, Dompu, dan Lombok Tengah. Status bebas PMK baru dapat ditetapkan jika cakupan vaksinasi mencapai lebih dari 90 persen dan tidak ada kasus selama tiga tahun berturut-turut. “Umpamanya tahun ini tidak ada kejadian dan tahun depan ada kejadian. Maka tidak bisa dikatakan bebas PMK. Kalau sekarang kita masih belum. Karena ada saja kejadian,” ujar Riadi.

Ia menambahkan, jumlah kasus yang ditemukan saat ini relatif sedikit dibandingkan saat wabah terjadi, yakni sekitar dua hingga tiga kasus dalam pemantauan. “Tidak banyak. Tapi kan itu mempengaruhi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer