Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memastikan pengaspalan jalan di Dusun Leong Barat, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026. Proyek ini ditargetkan tuntas tahun ini setelah lama dikeluhkan warga akibat kondisi jalan yang sebagian masih berupa tanah.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PKP KLU, Sahgiwan, menyatakan ruas jalan tersebut menjadi prioritas karena merupakan sisa pekerjaan yang belum terselesaikan. Selama ini, sebagian jalan hanya dilapisi semen secara swadaya oleh masyarakat.
“Insyaallah ruas itu akan kita kerjakan sekarang. Memang di ujungnya itu adalah jalan tanah yang banyak dikeluhkan warga. Rencananya akan kita hotmix sepanjang 1,2 hingga 1,3 kilometer sampai tuntas,” ujarnya, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, perbaikan jalan tersebut merupakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pemerintah daerah juga mengelola total panjang jalan kabupaten sekitar 456 kilometer, termasuk penambahan 56 kilometer jalan desa yang dinaikkan statusnya untuk memenuhi syarat Dana Alokasi Khusus (DAK).
Namun, menurutnya, alokasi DAK untuk sektor jalan mengalami penyesuaian akibat defisit anggaran APBN, sehingga sebagian dialihkan ke sektor pelayanan minimal. “Akibat penambahan ruas jalan baru, kondisi kemantapan jalan kita turun dari 82 persen menjadi 60-an persen. Meski memenuhi syarat dapat DAK, porsi anggaran pusat untuk jalan sedang terpangkas karena defisit. Namun untuk Leong Barat, kami pastikan tuntas tahun ini melalui skema anggaran yang ada,” jelasnya.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD KLU, Ardianto, menyebut anggaran perbaikan jalan Leong Barat telah dialokasikan dalam APBD 2026. Ia meminta pelaksanaan proyek segera dilakukan mengingat kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
“Kondisi jalan rusak itu menghambat aktivitas warga. Kami terus berkomunikasi intensif dengan Dinas PUPR agar proyek bernilai miliaran ini dikerjakan tepat waktu dan sesuai aturan,” ucapnya.
Ardianto juga mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu proses administrasi hingga pelaksanaan di lapangan. “Semua proses sedang berjalan. Masyarakat harap bersabar karena pengerjaan proyek miliaran rupiah tidak bisa instan seperti membelanjakan uang kantong sendiri. Kita pastikan pengerjaannya tetap sesuai aturan agar hasilnya maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

