BerandaMataramHadapi Keterbatasan Anggaran, BPPD NTB Andalkan Strategi Kolaboratif

Hadapi Keterbatasan Anggaran, BPPD NTB Andalkan Strategi Kolaboratif

Mataram (Inside Lombok) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tetap optimistis meningkatkan daya saing pariwisata di tengah keterbatasan anggaran dengan mengedepankan strategi kolaboratif. Langkah ini dilakukan untuk mencapai target kunjungan 3 juta wisatawan dan mendorong perputaran ekonomi hingga Rp4 triliun pada 2026.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, menyampaikan pihaknya menyambut baik pengawasan pemerintah daerah sebagai bagian dari tata kelola. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi yang ikut mengawasi tata kelola anggaran BPPD. Kami terbuka dan menyambut baik bahwa program kami harus selaras dengan target pemerintah provinsi dalam mewujudkan NTB sebagai destinasi pariwisata mendunia,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan anggaran sekitar Rp1 miliar yang dikelola tidak sepenuhnya digunakan untuk promosi karena mencakup biaya operasional. Kondisi tersebut mendorong BPPD mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai mitra industri pariwisata.

“Perlu dipahami, di dalam anggaran tersebut juga mencakup biaya operasional kantor. Sehingga, porsi yang tersisa untuk kegiatan promosi memang terbagi. Karena itu, kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami harus menyiasati hal ini dengan strategi kolaboratif, termasuk melibatkan berbagai mitra dari industri pariwisata,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret, BPPD NTB menyiapkan agenda promosi internasional, termasuk partisipasi dalam Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) pada 27–30 Mei 2024 dan kegiatan Famtrip Lombok-Sumbawa pada 31 Mei hingga 2 Juni 2024. Kegiatan ini akan menghadirkan pelaku industri wisata dari berbagai negara.

“Kami mendatangkan buyer dari Eropa, Amerika, Afrika, hingga Asia. Kami sangat berharap partisipasi dan dukungan dari semua pihak agar kegiatan besar ini sukses dan memberikan kesan mendalam bagi para tamu internasional tersebut,” jelasnya.

Sahlan menegaskan bahwa pengawasan dari legislatif dan eksekutif merupakan hal penting, namun perlu diimbangi dengan dukungan operasional agar kinerja tetap optimal. “Bagi kami, pengawasan itu penting. Namun perlu ada keseimbangan agar peran strategis BPPD tetap didukung secara optimal. Fokus utama kami adalah kinerja dan hasil yang terukur,” tegasnya.

Ia menambahkan BPPD berkomitmen memastikan setiap anggaran yang dikelola memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Target kita semua sama, yakni meningkatkan daya saing pariwisata NTB. Kami siap bersinergi untuk memastikan pariwisata kita memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer