Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) akan menggelar bursa kerja atau job fair pada 20-21 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi satu-satunya job fair yang digelar di NTB tahun ini dengan melibatkan 32 perusahaan dan menyediakan 659 lowongan kerja.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker-PMPTSP KLU, Murtaip, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan telah dilakukan, termasuk pemasangan baliho informasi di sejumlah titik strategis. Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari jasa, perhotelan hingga perbankan.
“Ada 32 perusahaan yang sudah menyiapkan loker, mulai dari bidang jasa, industri perhotelan, hingga perbankan. Total tenaga kerja yang akan direkrut sebanyak 659 orang,” ujarnya, Senin (11/5).
Murtaip menjelaskan, berbeda dengan tahun sebelumnya, job fair kali ini dibuka untuk umum bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kebijakan tersebut diambil karena tidak ada pelaksanaan job fair serupa di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota lain di NTB. “Jadi kita di KLU, NTB jadi satu-satunya yang melaksanakan itu dan kita buka secara umum dia,” ucapnya.
Ia menegaskan, para pelamar harus siap bersaing secara kompetensi karena lowongan yang tersedia terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga Strata 1 (S1). “Harapan kita tentu masyarakat KLU banyak yang terserap. Namun, karena ini dibuka untuk umum bahkan nasional, maka kompetensi akan menjadi penentu utama dalam persaingan nanti,” imbuhnya.
Disnaker-PMPTSP KLU juga berkomitmen meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 30 persen. Untuk itu, pihaknya akan menggelar technical meeting bersama perusahaan peserta guna memastikan proses rekrutmen berjalan lebih optimal.
“Besok Rabu kami akan lakukan technical meeting dengan perusahaan-perusahaan peserta. Kami tekankan agar mereka yang secara administrasi sudah layak, benar-benar diserap. Kami ingin ini konkret, jangan hanya formalitas,” katanya.
Salah satu kebutuhan tenaga kerja terbesar dalam job fair tersebut berasal dari sebuah hotel baru di Gili Trawangan yang membutuhkan 128 pekerja untuk berbagai posisi. Sementara itu, upaya menggandeng PT Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) belum dapat terealisasi karena benturan jadwal pelaksanaan rekrutmen.
“Sebenarnya saya berharap PT AMNT bisa ikut karena lokernya banyak, terutama untuk lulusan S1 dan S2 pertambangan. Tapi waktu mereka melakukan walk-in interview di Mataram bersamaan dengan jadwal kita, jadi mereka tidak bisa bergabung,” ungkapnya.
Job fair KLU 2026 akan dipusatkan di Kantor Disnaker-PMPTSP KLU selama dua hari. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran di KLU melalui perluasan akses kerja bagi masyarakat.
“Di sini kantor Dinas Tenaga Kerja-PMTPSP pelaksanaannya, mudah-mudahan banyak peminatnya dan ini nantinya dapat mengurangi pengangguran,” pungkasnya.

