BerandaLombok TimurSektor Akomodasi dan MBG Jadi Pendorong, Pertumbuhan Ekonomi Lotim di 2025 Capai...

Sektor Akomodasi dan MBG Jadi Pendorong, Pertumbuhan Ekonomi Lotim di 2025 Capai 4,93 Persen

Lombok Timur (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada 2025 mencapai 4,93 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor usaha, terutama penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencatat kenaikan tertinggi sepanjang tahun ini.

Kasubag Umum BPS Lotim, Zainul Irfan, mengatakan terdapat empat kategori utama yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi daerah. “Pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2025 berada di angka 4,93 persen. Ada empat kategori yang memberikan laju pertumbuhan tertinggi tahun ini,” ujarnya.

Menurut Zainul, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 9,85 persen. Peningkatan itu dipengaruhi tingginya aktivitas perhotelan serta bertambahnya layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Di dalam kategori itu ada penyediaan hotel dan juga peningkatan layanan MBG melalui SPPG yang menyediakan makanan,” katanya.

Ia menjelaskan, program MBG masuk dalam kategori usaha penyediaan akomodasi dan makan minum karena berkaitan langsung dengan layanan penyediaan makanan kepada masyarakat. Namun, BPS belum dapat menghitung secara spesifik kontribusi MBG terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau secara spesifik kontribusi MBG tidak bisa dipisahkan angkanya, tetapi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh sebesar 8,98 persen. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya pendapatan pegadaian serta bertambahnya jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan selama 2025. Sementara sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga mengalami peningkatan akibat naiknya penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan bermotor dibanding tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh sebesar 6,35 persen. Peningkatan itu dipengaruhi bertambahnya konsumsi listrik masyarakat seiring meningkatnya pembangunan rumah dan usaha baru di berbagai sektor. “Pemakaian listrik meningkat karena banyak pembangunan rumah dan usaha selama setahun terakhir,” pungkas Zainul.

- Advertisement -

Berita Populer