Lombok Barat (Inside Lombok) – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, pada 11 Mei 2026 dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati melalui program MenEPI untuk Bumi 2026. Kegiatan ini dilakukan bersama pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Pokdarwis, komunitas pesisir, dan masyarakat setempat sebagai upaya melindungi kawasan pantai dari abrasi.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan pemilihan lokasi didasarkan pada keterkaitan kawasan tersebut dengan operasional pasokan energi primer serta kondisi pesisir yang mengalami tekanan abrasi. Ia menyebut Jeranjang memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi nasional karena menjadi lokasi PLTU yang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.
“Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya,” kata Mamit.
“Energi Primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pohon cemara udang dipilih karena memiliki fungsi ekologis dalam menahan abrasi, meredam angin pesisir, serta memperkuat ketahanan pantai terhadap gelombang laut. Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional energi dan kelestarian lingkungan.
Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, mengatakan abrasi di Pantai Induk Lombok dalam beberapa tahun terakhir telah menggerus daratan hingga mendekati permukiman warga. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.
“Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata,” katanya.
“Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Abdul Wahab, menyatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kawasan pesisir di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Ia mengapresiasi dukungan PLN EPI dalam program konservasi pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” kata Abdul Wahab.
Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Sahlandi, menyampaikan penanaman pohon diharapkan dapat mengurangi abrasi sekaligus meningkatkan kembali kunjungan wisata.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” kata Sahlandi.
“Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Program MenEPI untuk Bumi 2026 merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional energi primer.

