BerandaMataramDinas Pertanian Kota Mataram Mulai Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Dinas Pertanian Kota Mataram Mulai Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kecamatan Selaparang menjelang Hari Raya Idul Adha. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa hewan mengalami penyakit mata, namun secara keseluruhan kondisi hewan kurban dinyatakan sehat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari mengatakan pemerintah daerah telah membentuk tim pemeriksa di masing-masing kecamatan untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban. “Sudah ada timnya. Kita ada enam tim dan anggotanya 36 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, tim pemeriksa tidak hanya berasal dari Pemkot Mataram, tetapi juga melibatkan Pemprov NTB dan perguruan tinggi. “Kita juga dibantu dari Undikma,” ujarnya. Menurutnya, penyakit yang paling diantisipasi yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, dan penyakit menular lainnya. Namun hingga saat ini belum ditemukan hewan kurban yang terjangkit penyakit tersebut. “Apalagi antrax itu bebas,” katanya.

Dinas Pertanian Kota Mataram mencatat jumlah lapak pedagang hewan kurban yang sudah terdata mencapai 65 hingga 70 lapak. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena masih ada pedagang yang sedang membangun lapak penjualan.

Sementara itu, salah seorang pedagang kambing kurban di Selaparang, Hariadi mengatakan pemeriksaan kesehatan dari pemerintah membantu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap kondisi hewan kurban yang dijual. “Bisa membantu meyakini pembeli bahwa hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat,” katanya.

Hariadi menjelaskan harga kambing kurban berkisar Rp2 juta hingga Rp3,7 juta per ekor tergantung ukuran hewan. Ia mengaku harga tahun ini mengalami kenaikan sekitar Rp500 ribu dibanding tahun sebelumnya. “Ada peningkatan harga tahun ini. Bedanya itu sekitar Rp500 ribu dan kita sesuaikan dengan harga di pasar,” ujarnya.

Ia menyiapkan sebanyak 52 ekor kambing kurban yang didatangkan dari peternak di Lombok Tengah dan jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai permintaan masyarakat. Untuk menarik pembeli, pihaknya memberikan bonus telur bagi setiap pembelian kambing. “Kalau beli kambing gratis telur. Misalnya beli kambing satu ekor kita kasih dia telur satu tray,” katanya.

Hariadi menambahkan, setelah tiga hari membuka lapak di Selaparang, sebanyak tujuh ekor kambing telah terjual. Namun sebagian besar pembeli masih menitipkan hewan kurban hingga H-1 Hari Raya Idul Adha. “Nanti kalau sudah mulai berkurang kita ambil lagi di peternaknya,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer