25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTB2.729 Jemaah Asal NTB Sudah Tiba di Tanah Suci

2.729 Jemaah Asal NTB Sudah Tiba di Tanah Suci

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 2.729 jemaah haji asal NTB telah tiba di Tanah Suci hingga Kamis (8/5). Ribuan jemaah diberangkatkan dalam enam kelompok terbang (kloter) sejak awal Mei lalu.

Ketua Tim Bina Haji Reguler Kanwil Kemenag NTB, Syukri mengatakan saat ini kondisi seluruh jemaah yang telah tiba di tanah suci dalam kondisi sehat. “jemaah kita sudah terbang 6 kloter. Terakhir kloter 6 dari Bima terbang dini hari tadi, diberangkatkan pukul 01.50 Wita,” katanya Kamis (8/5) malam.

Ia menyebutkan, saat ini masih ada sebanyak 1.818 jemaah menunggu giliran pemberangkatan. Ribuan jemaah ini tergabung dalam lima kloter berikutnya. Berdasarkan laporan yang diterima dari petugas haji di Arab Saudi mengatakan seluruh jemaah yang telah tiba dalam keadaan baik. Meski ada beberapa yang mengalami gangguan kesehatan ringan akibat perubahan cuaca. Namun sejauh ini tidak ada kasus berat.

Sementara itu, Kloter 7 dijadwalkan terbang pada Jumat (9/5) pukul 13.50 Wita dari Bandara Internasional Lombok menuju Madinah. Kloter ini membawa 393 jemaah termasuk 7 petugas. Kloter inj gabungan dari Lombok Tengah dan Lombok Timur.

jemaah tertua dalam kloter ini adalah Makiah alias Kicah (93) dari Aikmel, Lombok Timur. Sementara jemaah termuda adalah Badrul Munir (25) dari Masbagik, Lombok Timur. Tercatat, ada 108 lansia dalam rombongan.

Pelaksana Harian Kepala Pelayanan Kesehatan Embarkasi Mataram, Hairul Yamin (Arul), menyebut 62,5 persen jemaah kloter 7 masuk kategori risiko tinggi. “Risiko tinggi berat 48 orang, sedang 72 orang, ringan 125 orang, dan yang benar-benar sehat 144 orang,” ujarnya.

Di sisi lain, sebanyak dua calon jemaah asal NTB dipastikan batal berangkat akibat meninggal dunia sebelum keberangkatan. Keduanya adalah Sapiin (64) dari Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, dan Siti Maryam dari Kabupaten Bima. “Nomor kursi mereka bisa dialihkan ke ahli waris. Jika demikian, klaim asuransi tidak bisa dicairkan,” jelas Syukri.

- Advertisement -

Berita Populer