Banyak Sapi di Loteng Sembuh dari PMK

38
Ilustrasi PMK (Image source : teknotempo.co)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat adanya penurunan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di wilayah Loteng. Penyebabnya karena sapi-sapi yang sebelumnya dinyatakan positif PMK dilaporkan sudah sembuh.

Kepala Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Loteng, Taufikurrahman menerangkan kasus PMK ini terjadi di wilayah Kecamatan Praya Tengah dan Kecamatan Jonggat. Hingga Senin (16/5/2022) kemarin, jumlah sapi yang sudah sembuh dari PMK mencapai 156 ekor dari total 313 laporan kasus PMK yang diterima pihaknya.

“Sedangkan sisanya 157 masih dalam penanganan, dan sejauh ini belum ada kasus ada sapi yang terkonfirmasi mati,” ujarnya, Selasa (17/5/2022).

Dari total 156 ekor sapi yang sembuh, 147 ekor berada di Kecamatan Praya Tengah dengan total 256 kasus PMK yang dilaporkan. Kemudian di Kecamatan Jonggat sebanyak 9 ekor juga dinyatakan sembuh dari total kasus PMK sebanyak 57 ekor.

Taufik menerangkan pihaknya telah memberikan vitamin, antibiotik dan pengobatan lain sehingga ternak sapi masyarakat bisa sembuh. “Kita sudah berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran kasus PMK tersebut dengan berbagai upaya termasuk menutup pasar hewan yang ada,” jelasnya.

Pihaknya berharap kasus ini tidak menyebar ke hewan ternak lain yang saat ini dalam kondisi sehat. Sehingga tidak terjadi peningkatan kasus PMK lagi.

Terkait hal ini, diupayakan untuk dilakukan isolasi kandang agar tidak ada transmisi antar ternak sapi yang sakit ke ternak yang sehat. “Sejauh ini pengobatan bisa dijalankan dengan baik,” tutupnya. (fhr)