Dampak MXGP, Kawasan Blank Spot di Sumbawa Akan Berkurang

38
Ilustrasi Menara Base Transceiver Station (Image source: stags.co.uk)

Mataram (Inside Lombok) – Event internasional MXGP yang digelar di Pulau Sumbawa memberikan dampak yang cukup luas. Salah satunya, area yang masih blank spot dari sinyal telekomunikasi secara perlahan akan berkurang.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) NTB, Biaq Nelly Yuniarti mengatakan pada event MXGP yang akan digelar akhir minggu ini sebanyak tiga perusahaan provider akan memasang Base Transceiver Station (BTS) untuk mendukung kelancaraan event. Dari tiga provider tersebut masing-masing memasang di area sirkuit.

“Jadi ada lima (BTS) Telkomsel, dua jaringan XL dan satu Indosat. Nanti itu di dalam dan di luar venue. Kita sudah tambah. Awalnya cuma lima rencananya. Insyaallah cukup untuk membackup event,” katanya.

Sementara untuk jangka panjang, Diskominfotik NTB akan melakukan pendataan ulang jumlah area yang masih blank spot. Selain itu akan melakukan evaluasi kembali lokasi BTS yang sudah dipasang.

“Seperti arahan Pak Gubernur kemarin untuk event ini tidak stop di situ saja, tapi terus dimanfaatkan. Sehingga event MXGP tidak sekali,” katanya.

Dikatakannya, Pemprov NTB akan menjalin komunikasi yang aktif dengan perusahaan provider agar pemasangan BTS bisa lebih merata. “Ke depan kita akan tetap komunikasi dengan Telkom terutama untuk mempertahankan kondisi ini,” ujarnya.

Diakuinya, jaringan internet memang harus ada terutama di kawasan destinasi pariwisata. Karena jika tidak ada jaringan internet maka promosi destinasi kurang maksimal dilakukan.

Selain di Pulau Sumbawa, Diskominfotik NTB juga sedang mendata jumlah desa wisata yang belum memiliki jaringan internet. Karena saat ini, dari ratusan desa wisata di NTB belum diketahui secara pasti jumlah destinasi yang tidak memiliki jaringan internet.

“Dari sekian desa wisata yang sudah di SK-kan oleh Pak Gubernur mana yang belum di up internetnya atau belum terdigitalisasi. Mana yang belum perhatian khusus itu yang akan diprioritaskan dulu,” ungkapnya.

Keberadaan jaringan internet ini sangat penting untuk mendukung program-program yang ada, terutama di destinasi wisata. “Karena sekarang kan bermainnya di internet,” ucapnya.

Menurut Nelly, jika desa wisata sudah memiliki jaringan internet dan dimanfaatkan maksimal serta sudah menjadi desa benderang maka akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. “Bayangkan kalau desa di sini sudah benderang informatif dan melek digital maka akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya. (azm)