Dispar Segera Koordinasikan Virus Corona Terhadap Dampak Pariwisata

133
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait kondisi pariwisata di kota itu terhadap dampak virus corona yang menyerang warga China.

“Kami perlu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendapatkan data, mengetahui upaya antisipasi serta seberapa dampak dari virus tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa.

Di samping itu, katanya, pihaknya juga masih menunggu informasi dari pemerintah pusat, sebab hal itu menjadi masalah bilateral bahkan bisa dikatakan masalah dunia.

Namun demikian, sambung Denny, kondisi pariwisata di Kota Mataram untuk saat ini masih relatif aman dan stabil. Hal itu dapat dilihat karena sejauh ini belum ada keluhan apapun dari para pelaku pariwisata terhadap dampak virus corona.

“Terkait tingkat hunian hotel, kami masih dalam proses pendataan karena baru berjalan tiga minggu di awal tahun 2020. Jadi belum bisa kami berikan gambaran persentasenya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, corona ini disebabkan virus, jadi masyarakat harus bisa mencegah sedini mungkin dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Mari kita terapkan PHBS guna mencegah virus corona yang saat ini sedang menyerang warga China,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan informasi dari pusat layanan kesehatan di Kota Mataram, sampai saat ini belum ada pasien yang datang dengan ciri-ciri terjangkit virus corona, sehingga Kota Mataram dapat dikatakan masih aman namun masyarakat harus tetap waspada.

“Untuk menghindari virus corona, masyarakat perlu melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan PHBS, mengindari bersentuhan atau berinteraksi dengan orang yang terserang batuk, flu dan sesak apalagi sudah melakukan perjalanan ke luar negeri, serta mengkonsumsi makanan bergizi,” kata Usman menambahkan.

Berdasarkan informasi dari sejumlah media menyebutkan, virus corona sudah pernah ditemukan di berbagai binatang dan binatang itu bisa menularkan ke manusia seperti virus MERS yang ditularkan dari unta ke manusia. Namun untuk virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar. (Ant)