Distan Mataram Akan Kembangkan Agrowisata Hortikultura di RTH Pagutan

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat akan mengembangkan agrowisata hortikultura khusus untuk jenis bunga dan tanaman hias di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, sebagai pusat rekreasi serta edukasi warga setempat.

“RTH Pagutan sudah kita konsep menjadi sentra agrowisata hortikultura jenis bunga dan tanaman hias, agar menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap warga yang datang ke sana,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutawalli di Mataram, Jumat.

RTH Pagutan yang memiliki luas lahan sekitar delapan hektare itu, saat ini sudah mulai ditanami berbagai jenis bunga yang dikelola oleh petani-petani hortikultura di kawasan tersebut.

Dia mengatakan konsep pertanian hortikultura di perkotaan pas dan potensial untuk dikembangkan karena keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor petani pangan bisa beralih menjadi petani hortukultura.

“Hasil dari pertanian hortikultura baik untuk jenis sayuran, buah-buahan maupun bunga atau tanaman hias, memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan pertanian pangan,” katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, keberadaan agrowisata petik buah Mataram yang telah diresmikan pada Rabu (2/9) sebagai objek wisata dengan konsep pertanian hortikultura terpadu di kawasan Rembiga, Kecamatan Selaparang, menjadi salah satu bentuk realisasi jargon pertanian kota yang selama ini fokus mengembangkan tanaman hortikultura.

“Jadi untuk sentra sayur-sayuran kita sudah punya di lahan milik Pak Jafri, untuk buah-buahan di Rembiga dan sekarang untuk hortikultura bunga kita pusatkan di RTH Pagutan,” katanya.

Selain menjadi sentra pengembangan hortikultura jenis bunga dan tanaman hias, katanya, saat ini juga dijadikan pusat pengembangan berbagai jenis buah varietas unggulan Kota Mataram, seperti Mangga Mentaram, Duku Ruslan, dan Alpukat Monjok.

“Untuk varietas Mangga Mentaram, saat ini sudah ada 300 pohon dan sudah berbuah,” katanya.

Mutawalli berharap, dengan dijadikannya RTH Pagutan sebagai pusat pengembangan hortikultura jenis bunga bisa menjadi pusat rekreasi dan edukasi bagi masyarakat di daerah itu.

“Selain itu, memberikan dampak ekonomi terhadap petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. (Ant)