Diterjang Puting Beliung, Ratusan Warga di Dusun Grepek Jadi Korban

Warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qurani)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dusun Grepek, desa Labuan Tereng, Lembar, pertama kalinya disambangi angin puting beliung yang menyebabkan puluhan rumah rusak bahkan atap warga diterbangkan hingga 20 meter jauhnya dan pohon bertumbangan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 Wita pada Jum’at 5 Februari 2021, saat menjelang magrib itu mengagetkan warga. Karena pusaran angin datang dari berbagai arah, kemudian berpindah dari rumah yang satu ke yang lainnya.

“Saya lagi duduk berdua di berugak sama anak saya terus angin itu datang, saya berusaha memeluk anak saya supaya tidak terbawa angin” tutur Mahmudah, salah satu warga dusun Grepek, saat menceritakan kejadian itu, Sabtu (06/02/2021).

Ia bercerita, sebelum pusaran angin puting beliung itu datang, terdengar suara gemuruh yang cukup besar kemudian disusul dengan angin kencang serta hujan. Saat itu ada warga yang berusaha untuk tetap berada di dalam rumah tetapi ada juga yang berhamburan keluar berlarian.

Ayu, yang menjadi korban luka ringan akibat peristiwa itu menyebut, saat pusaran angin menghampiri rumahnya, ia beserta suami dan anaknya hendak lari keluar rumah. Namun pada saat sampai di depan pintu rumahnya, kepalanya tertimpa reruntuhan atap yang diterbangkan angin. Sehingga mengakibatkan ia mengalami luka memar.

“Saya lagi berdiri bertiga sama suami sama anak saya, tapi karena suara anginnya besar sekali di rumah, akhirnya kami keluar, saya berusaha melindungi anak saya dari runtuhan atap, jadi kepala saya yang kena, tapi syukur ndak kenapa-kenapa” ucapnya penuh syukur, sembari mengingat-ingat kejadian itu.

Kadus Grepek, Uli Roni Purnawirawan memaparkan warganya yang terdampak akibat puting beliung yang pertama kali terjadi di kawasannya itu sekitar delapan KK yang berjumlah sekitar 306 jiwa. Di mana hasil pendataan sementara, rumah yang rusak berat ada di enam titik dan rusak ringan di 14 titik.

“Warga yang luka cuma satu, kerena kepalanya terkena runtuhan genteng” sebutnya.

Pusaran angin yang berputar di kawasan itu berlangsung selama kurang lebih tiga menit sebelum adzan magrib. Sebelum kepolisian dan BPBD tiba di lokasi, ia dan warga sekitar bergotong royong melakukan evakuasi pohon-pohon yang bertumbangan dan menimpa atap rumah warga.

“BPBD dan Kepolisian sampai malam di sini membantu mengevakuasi pohon-pohon tumbang” imbuhnya.

Namun, warga yang rumahnya rusak berat, diakuinya tidak dibuatkan posko untuk mengungsi. Karena mereka mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga yang tidak terdampak.

“Yang ngungsi cuma tiga orang sih untuk saat ini, karena mereka rumahnya ada yang rusak sebelah, ada yang rusak semua” beber Kadus Grepek ini, saat menemani Inside Lombok meninjau lokasi terdampak.

“Untuk saat ini yang dibutuhkan terpal, selimut, makanan juga” pungkasnya.

Hingga saat ini, listrik di kawasan itu masih padam dan masih dalam perbaikan. Namun belum diperbaiki sepenuhnya karena terkendala cuaca.