Dorong Geliat Ekonomi, NTB Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan G-20 Tahun Ini

47
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat menerima kunjungan Komisi IX DPR RI. (Inside Lombok/ist)

 

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB menjadi tuan rumah pertemuan G-20 Tahun 2022. Bahkan pemerintah daerah telah merancang upaya-upaya persiapan NTB menjadi tuan rumah pertemuan multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara maju dan berkembang di dunia tersebut.

Salah satu persiapan yang dimatangkan adalah penerapan sistem bubble bagi delegasi-delegasi yang akan datang. Penerapan sistem bubble ini juga akan dilaksanakan pada pelaksanaan MotoGP di Bulan Maret nanti.

“Jika semua prosedur kedatangan, baik itu wisatawan atau delegasi sudah dilaksanakan dengan baik, dan ditambahnya penerapan sistem bubble, maka potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” terang Wagub, Kamis (27/1).

Seperti diketahui, dunia pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak saat pandemi Covid-19. Event pertemuan G-20 dan MotoGP yang akan digelar di NTB diharapkan menjadi kesempatan bagi dunia usaha pariwisata Indonesia khususnya NTB dapat kembali bangkit.

Terlebih tujuan G-20 sendiri adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Di mana forum tersebut beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Diterangkan Wagub, keamanan penyelenggaraan forum tersebut di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian utama pemerintah. Di mana Provinsi NTB saat ini masih pada status PPKM level 1. Artinya penularan Covid-19 di NTB saat ini aman dan terkendali.

Meskipun NTB dalam kondisi terkendali, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Penguatan dalam pelaksanaan protokol kesehatan berbasis 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi) dan 3T (testing, tracing, treatment) harus dimaksimalkan.

Begitu juga percepatan vaksinasi minimal menuju 70 persen pada dosis dua untuk kesiapan pertemuan G-20. “Untuk vaksin pada dosis dua saat ini kami masih sampai pada 60 persen. Saat ini kami terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi dosis kedua hingga 70 persen,” tandas Wagub. (azm)