31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaBerita UtamaDugaan Perundungan Siswa oleh Kepsek SMAN 1 Praya Tengah, Ini Duduk Perkaranya

Dugaan Perundungan Siswa oleh Kepsek SMAN 1 Praya Tengah, Ini Duduk Perkaranya

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Praya Tengah Amrullah menjadi sorotan lantaran diduga merundung siswanya sendiri saat upacara. Ia pun sempat didemo siswanya, agar dipindahkan dari sekolah negeri tersebut.

Kasus ini pun menyita perhatian, lantaran perundungan justru diduga dilakukan oleh kepsek yang seyogianya adalah seorang pendidik. Inside Lombok pun telah mewawancarai pihak-pihak terkait, untuk melihat duduk perkara kasus dugaan perundungan tersebut.

Siswa SMAN 1 Praya Tengah, Faizal Arna Dinata yang diduga mengalami perundungan yang dilakukan Amrullah mengaku hal tersebut bermula saat dirinya diminta maju ke depan saat kegiatan Sabtu Budaya di sekolahnya, Sabtu (20/5) lalu. Alih-alih mendapat apresiasi, dirinya yang juga Ketua Remaja Musala di sekolah tersebut justru dicemooh oleh Amrullah lantaran tidak lancar menghafalkan perkalian.

Faizal menceritakan, lantaran tema Sabtu Budaya saat itu adalah literasi, sebenarnya dirinya maju menjabarkan hadits tentang berbakti pada guru di hadapan teman-temannya. “Selesai saya menyampaikan hadis itu, dikomen sama Kepsek, dia bilang masak kamu bisa hadis saja,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Senin (29/5/2022).

- Advertisement -

Tidak berselang lama, Fauzal pun tiba-tiba dites kemampuan numerasinya di hadapan seluruh siswa dengan diminta menyebutkan perkalian tujuh. Meski begitu, secara jujur Faizal mengaku di hadapan semua peserta Sabtu Budaya di sekolahnya bahwa dirinya kurang lancar dalam numerasi, seperti perkalian dan hitung-hitungan.

“Saya merasa tertekan karena saya memang kurang di masalah perhitungan, saya dipaksa sama Kepsek, terus beliau bilang, ‘masak kamu kalah sama anak SD dan anak TK’. Dia juga bilang ‘nanti saya lanjak (tendang) kamu’. Makanya saya berani pegang mic dan baca perkalian,” tuturnya.

Setelah peristiwa di Sabtu Budaya itu, Faizal yang juga pengurus OSIS itu kembali dicemooh oleh Amrullah saat menyampaikan pidato usai kegiatan imtak pada Rabu (24/5). Saat itu, Amrullah selaku Kepsek SMAN 1 Praya Tengah menyinggung sebuah video yang beredar di grup WhatsApp beberapa bulan sebelumnya, menampakkan Faizal tengah tertidur di kelas saat sedang tidak ada guru.

Saat imtak itu, Faizal pun diminta berdiri agar dilihat oleh seluruh siswa, sembari Amrullah melanjutkan pidatonya bahwa Faizal yang merupakan Ketua Remaja Musala di sekolah itu bukanlah contoh yang baik. “Kepsek bilang jangan ikuti Ketua Remaja Musala yang sering tidur di kelas, ‘awas saja kalau saya temukan lagi, saya ancam dari sekarang’,” ujar Faizal mengulangi kata-kata Amrullah.

Saat itu, juga Fazil merasa tidak kuat menahan malu lantara cemoohan yang dilontarkan oleh Kepseknya, sehingga ia langsung pulang dari sekolah.

Sementara itu, salah satu siswa yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan bahwa, setelah Faizal pulang dari sekolah itu, Kepsek masih melanjutkan ceramahnya kepada seluruh siswa yang masih hadir. “Biarkan dah dia pulang, saya juga sudah muak melihat dia. itu juga disaksikan oleh semua siswa yang hadir,” terangnya, mengulangi kata-kata Amrullah saat itu.

Dikonfirmasi terpisah, Amrullah mengakui dirinya memang pernah menyampaikan kata-kata tempeleng saat meminta Faizal maju ke depan. Namun kata–kata itu diklaimnya menjadi bagian dari caranya membina siswa.

“Saya pernah memang ngomong begitu, tapi kan secara umum bukan mau tempeleng dia. Itu supaya anak-anak jangan tidur waktu belajar, ada video di temannya dikira dibully. Makanya saya bilang itu miskomunikasi,” ujarnya.

Selain itu juga, Amrullah membantah pihaknya telah menyampaikan bahasa-bahasa kasar terhadap para siswa. “Kalau itu bukan bahasa kasar. Itu semata-mata bahasa pembinaan kepada anak-anaka supaya tidak seperti itu. Karena mereka anak kami kalau di sekolah,” tandasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer