Gubernur NTB Ajak UMKM Tidak Menyerah di Masa Pandemi COVID-19

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah mengajak para pelaku UMKM untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“COVID-19 ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk berkarya, kita buktikan, UKM NTB mampu bangkit dan berlari,” kata Zulkieflimansyah pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM UKM di Kabupaten Lombok Tengah, Senin.

Gubernur NTB, menceritakan saat COVID-19 mulai masuk di NTB. Salah satu yang menjadi fokus perhatian pihaknya adalah UKM. Karena menurutnya, UKM harus mampu bertahan di masa sulit tersebut. Terbukti, program JPS Gemilang dengan melibatkan ribuan UKM, mampu membuat perekonomian masyarakat stabil.

“Saat kita luncurkan JPS Gemilang, ribuan UKM kita libatkan, dengan begitu UKM kita tidak hanya mampu bertahan bahkan banyak UKM yang menambah karyawannya di tengah pandemi COVID-19 tersebut,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta kepada para pelaku UMKM terus meningkatkan kemampuan wirausaha, meningkatkan kualitas produk dan memperluas daya saing serta akses pasar meski di tengah pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Prakoso Budi Susetyo, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang diselenggarakan ini terdiri dari dua bentuk pelatihan. Pertama adalah kegiatan Pemasyarakatan Kewirausahaan yang dihajatkan untuk mengenalkan wirausaha kepada para pelaku UKM dan masyarakat umum. Kedua adalah Pelatihan Vocational Berbasis Potensi Lokal. Menurutnya, generasi sekarang harus bisa memanfaatkan seoptimal mungkin sumber-sumber informasi untuk belajar berwirausaha.

Budi juga menuturkan jika hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan saja dirasa kurang optimal. Namun ke depan pihaknya juga akan menyediakan pendampingan untuk mendampingi pasca pelatihan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya melalui daring mengimbau kepada UMKM untuk dapat mengikuti perkembangan era new normal dengan metode pasar yang baru sehingga pemanfaatan teknologi lebih dikedepankan.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha koperasi dan UKM agar dapat bertahan di tengah pandemi ini dan bisa menghadirkan inovasi sesuai dengan permintaan pasar yang baru,” ujarnya.

Rangkaian pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan untuk mendukung destinasi skala prioritas yang dimana Mandalika termasuk salah satunya. Pelatihan yang digelar mulai tanggal 7 – 9 September 2020 ini diikuti sebanyak 430 peserta dari berbagai UMKM.

Berbagai pelatihan yang digelar antara lain pelatihan perkoperasian di daerah pariwisata, pelatihan manajemen usaha bagi koperasi pasar rakyat, pelatihan kepatuhan prinsip koperasi KSP/KPPS, pelatihan peran serta dunia usaha dalam kegiatan magang bagi pemuda, pelatihan vocatinal pada daerah pasca bencana, pelatihan bidang kewirausahaan home decor, pelatihan kewirausahaan bidang fashion, pelatihan vocational bagi masyarakat perkebunan, pelatihan pengelolaan LKM berbasis kompetensi, dan pelatihan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif. (Ant)