Mataram (Inside Lombok) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite berdampak pada pelayanan keliling Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, sehingga frekuensi operasional mobil layanan dikurangi. Kondisi ini terjadi setelah harga Dexlite naik signifikan pada 2026.
Sekretaris Dukcapil Kota Mataram, Lalu Ahmad Gunadi, mengatakan mobil pelayanan keliling yang digunakan mengandalkan BBM Dexlite sehingga kenaikan harga berpengaruh langsung terhadap operasional. “Kebetulan mobil pelayanan keliling kita menggunakan BBM Dexlite yang harganya sudah naik. Jadi sangat berpengaruh,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, harga Dexlite meningkat dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 atau naik Rp9.400. Kenaikan tersebut berdampak pada kemampuan Dukcapil dalam mempertahankan intensitas layanan keliling yang sebelumnya rutin dilakukan. “Pelayanan kena juga apalagi ada kenaikan harga Dexlite,” katanya.
Selama ini, layanan mobil keliling berperan penting untuk menjangkau masyarakat secara langsung, termasuk ke sekolah-sekolah, penyandang disabilitas, warga lanjut usia, dan pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun akibat keterbatasan anggaran operasional, frekuensi layanan tersebut dipastikan berkurang.
Sebagai alternatif, Dukcapil menghentikan sementara penggunaan mobil keliling dan menggantinya dengan layanan menggunakan sepeda motor yang membawa alat perekaman data. “Kan dulu kita punya inovasi Motor Sikel yang pakai motor. Hanya saja, alat perekamannya harus diangkat dan dibawa. Terus pencetakannya tidak bisa langsung di tempat, tapi di kantor Dukcapil,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan motor keliling memiliki keterbatasan karena tidak dilengkapi alat pencetak KTP di lokasi. Selain itu, pengadaan alat perekaman portabel dari APBN sejak 2024 belum terealisasi. Dukcapil berencana mengusulkan tambahan anggaran BBM kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mendukung operasional layanan ke depan. “Kita sudah usahakan, nanti kita tunggu arahan pimpinan,” katanya.

