Hari Pertama SKB CPNS Lotim, Satu Orang Dinyatakan Gugur

Lombok Timur (Inside Lombok)- Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sebanyak 1157 peserta yang akan mengikuti SKB tersebut yang akan berjalan selama delapan hari. Satu orang dinyatakan gugur karena tidak hadir dan tanpa keterangan.

Kabid Data dan Formasi BKPSDM Lotim, Lalu Agus Satriawan mengatakan, pelaksanaan SKB CPNS tersebut direncanakan akan digelar selama delapan hari, di mana perharinya akan dibagi menjadi tiga sesi. Satu sesi terdapat 52 orang yang dibagi menjadi dua ruangan.

” Satu hari tiga sesi, kecuali hari jum’at dua sesi, satu sesi itu 52 orang dalam satu ruangan, kita siapkan dua ruangan,” Beber Agus.(30/09).

Dikatakan, pada sesi pertama, satu orang peserta yang tidak hadir mengikuti tes SKB tersebut tanpa ada keterangan, sehingga peserta yang tidak mengikuti tes tanpa adanya keterangan dinyatakan gugur.

” Kalau peserta yang tidak hadir karena positif Covid-19, bisa dia ikut nanti di sesi selanjutnya,” Ujarnya.

Adapun, dalam tes SKB tersebut peserta dan panitia diwajibkan menjalankan protokol kesehatan. Sebelum peserta melakukan registrasi, peserta terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya, adapun peserta yang suhu tubuhnya di atas 37.3 akan diminta istirahat di tempat yang sudah disediakan panitia.

” Ada enam orang tadi yang suhu tubuhnya di atas rata-rata, kemudian kami suruh istirahat dulu, setelah lima menit kita cek lagi suhu tubuhnya turun, maka diperkenankan mengikuti SKB. Mungkin karena faktor cuaca panas ini juga,” Ucapnya.

Adapun, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga medis dan ruang isolasi bagi peserta yang suhu tubuhnya tinggi dan tidak bisa turun, namun sampai saat ini belum ada peserta yang di rekomendasi rafid tes.

Untuk melihat jumlah nilai yang didapat, para peserta bisa memantau langsung dari YouTube BKPSDM Lotim setelah selsai melakukan tes.

Sekertaris BKPSDM, L.Alwan wijaya menambahkan, untuk formasi yang paling banyak pesertanya ialah formasi guru, kemudian disusul tenaga kesehatan.

” Sekitar 40 persen untuk formasi guru, dan yang paling sedikit itu dokter gigi, dari sembilan orang yang di butuhkan hanya dua orang yang mengikuti tes,” Tutup Alwan.