Kadikes Mataram : Vaksinasi Ibu Hamil Baru 10 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Capaian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil di Kota Mataram masih rendah. Di mana, dari jumlah potensi sasaran sebanyak 2.000 orang ibu hamil dan yang baru divaksinasi hanya 10 orang. Rendahnya cakupan tersebut disebabkan karena bumil masih banyak yang takut disuntik vaksin.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi Senin (30/8) di Mataram. Ia mengatakan, untuk meningkatkan capaian vaksinasi ibu hamil, sosialisasi dan edukasi harus lebih gencar dilakukan. Pasalnya, pemahaman tentang keamanan vaksin Covid-19 masih rendah sehingga menimbulkan rasa takut pada ibu hamil.

“Memang agak berat ya. Dari laporan yang saya dapat itu 10 orang melakukan vaksinasi. Ini membutuhkan kerja keras ya bagi kita semuanya untuk memberikan pemahaman tentang keamanan dari vaksin itu, daripada dampak yang diterima ketika terkonfirmasi positif,” katanya.

Menurut Usman, ketakutan yang dialami oleh ibu hamil untuk divaksin Covid-19 ini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, Vaksin Covid-19 merupakan hal yang baru untuk ibu hamil. Sedangkan vaksin yang lain sudah biasa diberikan.

“Ini yang memang butuh tantangan buat kita. Kita akan tetap laksanakan untuk edukasi. Ya kalau untuk vaksin TT sudah biasa. Ini vaksin yang baru dan perlu edukasi yang keras buat kami petugas kesehatan,” ungkap dr. Usman.

Diterangkan Usman, sebelum pemberian vaksin untuk ibu hamil, para ahli sudah melakukan kajian terhadap dampak vaksin Covid-19 bagi ibu hamil. Dari kajian yang sudah dilakukan, pemberian vaksin dinyatakan aman sehingga disarankan agar ibu hamil untuk divaksin. Karena pemberian vaksin kepada ibu hamil untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Ada rekomindasi dari POGI (Perhimpunan Obstetric Ginekolog Indonesia) dan Kemenkes. Yang sudah dikaji oleh mereka ahli-ahlinya itu,” ata Usman.

Untuk memaksimalkan edukasi kepada masyarakat tentang keamanan vaksin bagi bumil, para kader posyandu juga memberikan sosialisasi. Karena vaksinasi ini tidak diberikan kepada semua ibu hamil. Melainkan harus memenuhi syarat seperti usia kehamilan 17 minggu.

“Mohon dibantu agar mereka bisa paham. Kader juga perpanjang tenaga kesehatan kita untuk menyampaikan hal itu,” pungkasnya.