Kurang Teknologi, Sektor Pertanian Butuh Investor

Mataram (Inside Lombok ) – Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk mendongkrak perekonomian warga. Akan tetapi dalam hal teknologi, sektor pertanian belum mengalami kemajuan yang signifikan.

“Pertanian  pada teknologi industri akan membangun pabrik -pabrik olahan pertanian. Ini untuk mengolah bahan mentah  menjadi bahan setengah jadi atau jadi, untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi,” Kata Kepala Bappeda Provinsi NTB , Ir. Ridwan Syah, MSc., MTP, di Mataram , Selasa (25/9/2018).

Ia mengatakan bahwa investasi ke daerah akan masuk, ketika infrastrukturnya memadai. Sehingga perlu adanya peningkatan infrastruktur sehingga bisa menumbuhkan minat investor untuk menanamkan modalnya di NTB.

”Sy melihat semangatnya pak Gubernur di sini ialah bagaimana meningkatkan nilai ekonomi melalui membangun pabrik–pabrik atau industri olahan untuk menyerap tenaga kerja, sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga. Dengan demikian akan menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Pembangunan pabrik teknologi Industri itu sendiri merupakan salah satu cara bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi putra atau putri daerah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup  di NTB. Saat ini ia masih mencari penyebab mengapa investasi dibidang teknologi industri masih rendah.

“Di dalam APBD Perubahan ini Pak Gubernur akan mengajak bicara dari hati ke hati dengan investor, kita akan datangi misalnya pabrik pengolahan jagung, dimana tempatnya dan memberikan izin. Termasuk mengirim 1000 orang sekolah ke luar negeri, ini merupakan hal-hal baru bagaimana meningkatkan sumber daya manusia dan untuk membangun serta meningkatkan nilai tambah ekonomi,” katanya. (IL2)