Lebih dari Lima Persen RTG di Lobar Belum Tuntas Dibangun

Lombok Barat (Inside Lombok) – Perkembangan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat untuk capaian fisik yang sudah selesai 100 persen yaitu sebesar 66.414. Dengan total persentase 94,25 persen dari total keseluruhan yang 70.466 kepala keluarga (KK). Sehingga terdapat sisa 5,75 persen yang belum dituntaskan.

Mahnan selaku kepala pelaksana BPBD Lombok Barat mengungkapkan bahwa 5,75 persen yang belum tuntas ini menjadi target percepatan pembangunan RTG yang harus segera dituntaskan hingga Oktober mendatang.

“Ini sudah menjadi komitmen dari mereka, memang fokusnya pada 4.052 KK yang masih dalam proses pembangunan fisik ini ada di kecamatan Batu Layar dan Gunung Sari” katanya saat ditemui di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lobar, Selasa (18/08/2020).

Pada bulan Oktober mendatang, semua pembangunan RTG di Lombok Barat ditargetkan untuk tuntas semua secara fisik bangunannya. Kemudian yang juga menjadi fokus dalam target penyelesaian pembangunan RTG ini ada pada penyelesaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

“LPJ yang menjadi fokus kami yang kedua karena presentase penyelesaian RTG ini walaupun sudah diatas 50 persen, tetapi belum terlalu menggembirakan lah dari sisi LPJ” pungkasnya.

Dirinya melanjutkan bahwa, tiap kecamatan harus melaporkan progres pembangunan RTG di daerahnya setiap hari, sesuai dengan jumlah yang sudah ditargetkan.

“Misalnya Batu Layar dengan beban 250 LPJ, di kecamatan itu dia harus menyelesaikan minimal 6 RTG dalam sehari dan itu harus dilaporkan ke Bupati melalui asisten III setiap jam 4 sore, itulah bentuk komitmen kami” ungkap Mahnan.

Dalam hal ini masing-masing kecamatan, beserta dengan OPD terkait dan juga aplikator harus sama-sama berpacu untuk mencapai target percepatan pembangunan RTG serta penyelesaian LPJ yang harus disesuaikan dengan target untuk mengantisipasi kemoloran.

“Semua aplikator harus komit dengan target harian itu, kalau tidak ya pasti molor” tegasnya.

Dirinya menyebutkan, salah satu kendala dalam pembangunan RTG ini juga terkait dengan pemilihan jenis rumahnya.

“Dari 18 jenis RTG yang direkomendasikan oleh Dinas Perkim, tetapi masyarakat lebih banyak yang memilih Rumah Konvensional (Riko),” pungkas Mahnan.