Lima PNS Reaktif, Kantor Bupati Loteng Ditutup Tiga Hari

Seorang warga batal ke kantor Bagian Umum Setda Loteng karena digembok setelah diberlakukannya WFH, Rabu (21/10/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak lima PNS yang bertugas di kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid tes, Selasa (20/10/2020) kemarin.

Rapid tes tersebut menyasar 111 orang PNS yang ada di Kantor Bupati setelah salah satu PNS di sana dengan inisial A (57) asal Bonjeruk meninggal dunia karena positif Covid-19.

Atas hal ini, kantor Bupati Loteng juga ditutup sementara dan diberlakukan work from home (WFH) mulai Rabu- Jumat pekan ini. PNS akan kembali masuk kantor pada Senin (26/10/2020) pekan depan.

“Pelayanan tetap yang utama. Jadi WFH itu bukan libur. Teman-teman ada yang masuk sebagian”,kata Sekretaris tim gugus tugas penanganan Covid-19 Lombok Tengah, Murdi, Rabu (21/10/2020) di Praya.

Dijelaskan, WFH ini dilakukan karena dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di kantor Bupati Loteng.

Meski demikian, hal ini diserahkan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing, terutama yang terkait dengan layanan surat menyurat.

“Kepala OPD yang berkantor di sini diminta menyikapi. Tapi kami menyarankan untuk WFH. Dikosongkan semua karena sterilisasi”,katanya.

Semetara bagi lima PNS yang dinyatakan reaktif dilakukan isolasi mandiri dan akan dilakukan swab untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19 atau tidak.

“Antibodinya turun. Penyebabnya virus. Tapi belum dipastikan apakah itu Covid-19 atau virus lain. Sehingga akan diswab”,jelasnya.

Di menerangkan, ke lima PNS yang reaktif ini berada di satu lantai tempat kerja dengan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Mereka kontak erat dengan pasien”,ujar Murdi.

Selain itu juga telah dilakukan kontak treking yang melibatkan tiga unit layanan kesehatan, yakni puskesmas Praya, puskesmas Puyung dan puskesmas Bonjeruk.

Di mana, puskesmas Praya dan puskesmas Puyung melakukan pengambilan sampel darah di lingkungan tempat kerja pasien yakni di Kantor Bupati.

“Kenapa dua tim kita turunkan karena jumlahnya besar. Penelusuran kemarin 111 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien”,katanya.

Sementara puskesmas Bonjeruk melakukan pengambilan sampel darah di lingkungan tempat kerja pasien.