Masyarakat Tuntut Pemda Lobar Operasikan Enam Bangunan Terbengkalai

90
LSM Kasta Lobar, saat sampaikan tuntutan ke Disperindag Lobar. Senin (02/11/2020), di Gerung. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Banyaknya bangunan yang terbengkalai di Lombok Barat menjadi dasar LSM Kasta Lobar mendesak Disperindag untuk memanfaatkan bangunan tersebut.

Keenam bangunan itu antara lain, Galeri Gula Aren Kekait, Pusat Kuliner Pusuk Lestari, Pasar Seni Loco, Pasar Eyat Mayang, Pasar Seni Senggigi, dan Pasar Buah Lingsar.

“Kami mendesak Pemda supaya bangunan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar” tegas perwakilan anggota Kasta Lobar, Alhadi Moeis, saat dimintai keterangan usai menyampaikan tuntutan di kantor Disperindag Lobar, Senin (02/11/2020).

Mereka menuntut kejelasan pemanfaatan bangunan terbengkalai tersebut, mengingat tidak sedikit biaya yang digelontorkan pemerintah untuk membangun itu. Sehingga mereka menuntut, supaya pemanfaatannya harus dikelola dengan baik dan jelas.

“Pengelolaannya kan bisa dengan melibatkan pihak desa, seperti BUMDes misalnya. Karena banyak BUMDes yang juga berkembang di Lombok Barat” ini bebernya.

Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Lobar, H. Sabidin memberi tanggapan bahwa, dari bangunan yang terbengkalai yang masuk dalam tuntutan tersebut, katanya juga ada yang sudah difungsikan.

“Ini bukan semuanya belum berfungsi, tapi ada yang sudah berfungsi dan ada juga yang memang belum difungsikan sama sekali” ungkapnya.

Dirinya berdalih, bahwa bangunan yang belum difungsikan tersebut karena terkena imbas dari bencana baik alam dan non alam yang terjadi. Termasuk bangunan yang berlokasi di daerah yang dinilai rawan menjadi tempat penyebaran covid-19 ini, yang menjadi jalur aktif berlalu lalang dan masuk daerah perbatasan. Salah satunya Galery Gula Aren Kekait. Yang katanya penyerahan bangunan tersebut menjadi ngambang setelah adanya pandemi ini.

“Terkait itu, sudah kita komunikasikan, kita hanya diminta untuk menunggu” ujarnya.

Dirinya mengatakan sejauh ini pihahnya telah memghubingi Kades dan Bumdes setempat untuk memanfaatkan bangunan tersebut. Walaupun saat ini bangunan itu belum diresmikan (diserahkan, read).

“Kita mempersilakan untuk dimanfaatkan walaupun penyerahannya belum ada” tukas Sabidin.

Kepala Disperindag Lobar ini mengaku, bahwa pihaknya terus turun ke Desa untuk menemui masing-masing BUMDes. Guna tetap berkoordinasi untuk pertumbuhan dan pengembangan BUMDes dan IKM ditengah pandemi ini.