Minimalisir Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Pemda Lotim Akan Siapkan Alat TeleCTG

Kegiatan digitalisasi kesehatan di Kantor Bupati Lotim, di Selong, Kamis (04/02/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam mengurangi risiko kematian bayi dan ibu melahirkan, Pemda Lombok Timur berkomitmen untuk melengkapi alat TeleCTG untuk seluruh puskesmas di Lotim. Alat tersebut untuk mempermudah pengambilan tindakan oleh bidan saat ibu melahirkan.

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengatakan, pihaknya akan melengkapi seluruh puskesmas dengan alat TeleCTG tersebut. Agar lebih mempermudah bidan dalam mengambil tindakan, dan juga meminimalisir angka kematian ibu dan bayi.

“Harga alat itu sebesar Rp75 juta, kita akan siapkan anggarannya melalui APBD perubahan,” ucapnya saat acara digitalisasi kesehatan di Kantor Bupati Lotim, Kamis (04/02/2021).

Dengan adanya alat TeleCTG itu juga bisa dipergunakan untuk mendeteksi detak jantung bayi, memonitor gerakan janin, dan mencatat kontraksi ibu hamil. Untuk itu, Bupati Lotim menekankan pentingnya mempunyai alat tersebut di seluruh puskesmas.

“Ini sangat penting bagi kita, kita penyumbang angka paling tinggi kematian ibu dan bayi di seluruh kabupaten/kota di NTB,” jelasnya.

Ia mengatakan permasalahan yang paling sering terjadi di Lotim yakni seringkali terjadinya penangangan kasus ibu melahirkan yang diserahkan ke dokter spesialis dalam keadaan cukup parah. Sehingga melalui bantuan perangkat tersebut nantinya para bidan mampu mengambil langkah tepat sesuai instruksi dokter spesialis.

“Mengingat perangkat tersebut dapat dimonitor melalui android sehingga memudahkan para bidan untuk berkomunikasi melalui rekaman perangkat dengan dokter spesialis,” imbuhnya.