Pasca MotoGP, Investasi Akomodasi Penginapan Jadi Menggiurkan

298
Salah satu bungalow yang dikelola pengusaha lokal NTB (Inside Lombok/Devi)
bungalow
Salah satu bungalow yang dikelola pengusaha lokal NTB (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Pasca gelaran event internasional MotoGP pada 18-20 Maret kemarin, para pengusaha lokal di NTB mulai melirik potensi investasi yang bagus. Terutama investasi penginapan, karena melihat potensi wisatawan yang datang setelah adanya event tersebut.

Saat ini NTB mempunyai daya tarik bagi para investor. Tidak hanya pengusaha lokal, tetapi pengusaha domestik hingga pengusaha luar negeri yang melihat peluang investasi cukup besar. Pasalnya, penginapan kelas melati, bungalow dengan nilai investasi Rp500 juta hingga Rp1 Miliar mulai banyak digarap oleh pengusaha lokal yang awalnya berkiprah pada usaha lain.

“Kami berani membangun bungalow dan restaurant karena melihat potensi ekonomi, dampak dari MotoGP Mandalika,” ujar pemilik Turral Restaurant dan Bungalows, Miswan Tural, Jumat (25/3).

Selain itu, melihat peluang kebutuhan kamar yang tinggi dan memiliki lahan yang letaknya strategis di Jalan Bypass Mataram – Mandalika, sehingga pihaknya mencoba membangun 7 kamar bungalow dan restaurant. “Ternyata sebelum jadi, kami sudah mendapat reservasi dari penonton MotoGP yang berasal dari luar daerah,” tuturnya.

Penginapan yang dibangunnya baru saja jadi, tetapi sudah mulai terisi sejak 16-22 Maret lalu. Mengingat permintaan penginapan pada saat perhelatan MotoGP cukup tinggi, terutama yang berada di Mandalika dan sekitarnya sehingga dekat dengan sirkuit Mandalika.

“Saat itu kita bandrol dengan harga Rp2,5 juta per malamnya. Itu sudah terisi untuk sepekan ke depan, jadi dampak dari MotoGP ini memang luar biasa bagi NTB,” ungkapnya.

Lantaran melihat kondisi yang semakin membaik untuk investasi di NTB, pihaknya berencana terus mengembangkan tempat penginapannya untuk memenuhi kebutuhan kamar di Lombok Tengah. Pasalnya, kebutuhan akan penginapan tinggi pada saat event-event digelar dengan intensitas kunjungan yang juga tinggi.

Untuk itu, Miswan sangat tertarik berinvestasi di bidang akomodasi penginapan maupun hotel setelah melihat potensi wisatawan di Lombok Tengah saat event internasional. “Ide investasi bungalow ini secara serius setelah banyak permintaan dari rekan-rekan luar daerah untuk MotoGP. Makanya sekarang terus saya kembangkan,” jelasnya.

Sebagai informasi untuk ketersediaan kamar di NTB memang masih belum menampung banyak tamu. Terlebih dengan adanya event internasional yang diselenggarakan beberapa waktu lalu mendatangkan banyak pengunjung hingga belum cukup menampung secara keseluruhan.

Sebelumnya Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri menjelaskan ketersediaan kamar yang masih kurang menjadi peluang investasi di Lombok Tengah. Di mana untuk kamar hotel dan penginapan di pulau Lombok jumlahnya 24 ribu kamar, dengan jumlah tersebut baru mampu menampung 45 ribu orang tamu MotoGP.

“Sehingga pembangunan kamar hotel, penginapan masih terus berkembang di Lombok Tengah,” ujarnya. (dpi)