Pembangunan Pasar Kebon Roek Dilakukan Investor?

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menawarkan pembangunan pasar tradisional Kebon Roek kepada investor, apabila tidak mendapatkan dukungan dana dari pemerintah.

“Jika tahun ini kami tidak mendapatkan kabar bantuan dana dari pemerintah pusat, maka tahun depan pembangunan Pasar Kebon Roek akan kita tawarkan ke investor,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Effendi Eko Saswito di Mataram, Selasa (2/4).

Menurutnya, untuk relokasi pembangunan Pasar Kebon Roek di Kebon Talo tahun lalu pemerintah kota telah mengusulkan anggaran sebesar Rp75 miliar ke Kementerian Perdagangan.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada informasi apalagi persetujuan dari pemerintah kapan dan berapa besaran dana bantuan yang dapat diakomodasi.

“Karena itulah kami berpikir jika tidak ada dukungan anggaran, kita akan tawarkan ke pihak ketiga yang berminat,” katanya.

Dikatakan, penawaran pembangunan Pasar Kebon Roek tersebut nantinya akan menggunakan mekanisme seperti halnya Mataram Mall, dimana pemerintah kota tinggal mendapatkan royalti setiap bulan dari pengelolaan pasar tersebut.

“Sistemnya, investor nantinya memiliki hak bangun, guna dan serah. Jadi, setelah disepakati dalam jangka waktu tertentu bangunan tersebut akan menjadi milik pemerintah kota,” katanya.

Sementara untuk konsep pembangunannya, dapat dibicarakan lebih lanjut sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau konsep pemerintah kota yang telah direncanakan, Pasar Kebon Roek akan dibangun satu lantai.

Pertimbangannya, agar los pasar bisa termanfaatkan secara optimal. Tidak seperti bangunan yang sekarang berlantai dua, namun yang termanfaatkan hanya lantai santu bahkan hingga ke lahan parkir dan bahu jalan.

Akibatnya, pasar tersebut terlihat semrawut dan kerap menimbulkan kemacetan arus lalulintas, sementara jalan Pasar Kebon Roek merupakan jalan utama menuju objek wisata Senggigi, karenanya Pasar Kebon Roek juga sering dikunjungi wisatawan yang ingin berbelanja atau melihat pasar tradisional.

“Kondisi itulah yang menjadi pemicu kita untuk segera merelokasi Pasar Kebon Roek agar kondisinya lebih tertata, rapi, aman dan tidak mengganggu arus lalulintas,” ujarnya.

Untuk membangun Pasar Kebon Roek, pemerintah kota telah menyiapkan lahan sekitar satu hektare lebih, karena pasar tersebut akan dilengkapi dengan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

“Tujuannya, agar sampah pasar bisa dikelola langsung secara mandiri dan yang dibuang ke TPA hanya sisa-sisa sampah yang tidak dapat diolah,” katanya. (Ant)