Pemkot Alokasikan Rp2 Miliar Renovasi Puskesmas Karang Taliwang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk kegiatan renovasi Puskesmas Karang Taliwang, yang menjadi salah satu puskesmas rawat inap di kota itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Senin mengatakan renovasi Puskesmas Karang Taliwang untuk perbaikan atap, plafon, toilet, dan pagar keliling yang sudah miring sekitra 60 derajat.

“Kerusakan bangunan Puskesmas Karang Taliwang ini bukan terdampak gempa bumi 2018, melainkan memang sudah aus karena pembangunannya sekitar tahun 2004,” katanya kepada wartawan.

Alokasi anggaran Rp2 miliar itu bersumber dari APBD Kota Mataram tahun 2020, sambungnya, selain untuk kegiatan fisik juga untuk perencanaan.

Dikatakan, kegiatan renovasi tersebut tidak akan merelokasi pelayanan, karena kegiatan renovasi dilaksanakan pada tiga gedung. Artinya, proses renovasi dilakukan secara bertahap.

“Ketika gedung satu dikerjakan, pelayanan dipindah ke gedung lainnya. Jadi kita tidak merelokasi pelayanan ke luar puskesmas,” katanya.

Lebih jauh Usman mengatakan, sebagai puskesmas rawat inap, Puskesmas Karang Taliwang memiliki 14 tempat tidur, ruang unit gawat darurat, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Puskemas Karang Taliwang ini menjadi puskesmas dengan pelayanan ramah anak yang pertama di kota itu, sebagai komitmen Dinkes mendukung terwujudnya Mataram menjadi kota layak anak (KLA).

Puskesmas Karang Taliwang ditetapkan sebagai puskesmas ramah anak karena sudah memenuhi beberapa kriteria pemenuhan hak-hak anak, antara lain penataan ruang anak dengan berbagai fasilitas pendukung bermain anak dan gambar-gambar tokoh kartun kesukaan anak-anak.

Tujuannya, agar setiap anak yang datang ke puskesmas bisa merasa aman, nyaman dan pastinya tidak takut untuk datang ke puskesmas.

“Mereka juga menyediakan fasilitas bermain untuk anak sehat yang ikut serta dengan orangtuanya saat datang ke puskesmas, sehingga anak tidak tertular penyakit orang dewasa. Kalau sekarang, semua puskesmas kita sudah ramah anak,” katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, diharapkan setelah kegiatan renovasi bisa memberikan keamanan dan kenyamansn bagi para pengunjung, sekaligus meningkatkan kinerja para medis di puskesmas tersebut. (Ant)