Pemkot Mataram Sambut Baik Kebijakan Melonggarkan Penggunaan Masker

24
Juru Bicara Satga Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan melonggarkan penggunaan masker. Kebijakan ini disambut baik Satgas Covid-19 Kota Mataram karena sudah berada PPKM pada level 1.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Rabu (18/5) di Mataram mengatakan, selama ini kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat selalu diterapkan di Kota Mataram. Terutama kebijakan melonggarkan penggunaan masker. Kebijakan ini disebut sudah layak diterapkan terutama di Kota Mataram yang sudah berada pada level 1 Covid-19.

“Pada intinya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Walikota. Pemerintah Kota Mataram selalu in line dengan kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Apalagi kota mataram selama 4 kali berturut-turut sudah masuk PPKM level 1,” katanya.

Satgas Covid-19 Kota Mataram dinilai cukup maksimal dalam memutus mata rantai penularan ditengah masyarakat. Berdasarkan data yang ada pada Mei ini, Kota Mataram merupakan satu-satunya daerah yang berada pada level 1 di Provinsi NTB.

“Jadi ini ibaratnya gayung bersambut lah. Antara kebijakan pemerintah pusat dengan kondisi riil di Kota Mataram,” ucapnya.

Sementara terkait dengan aplikasi peduli lindungi yang diterapkan oleh perusahaan swasta, sudah bisa dicabut atau tidak digunakan kembali. Selama ini aplikasi tersebut dijadikan oleh pemerintah untuk mengantisipasi penularan dan memaksimalkan pemberian vaksin bagi masyarakat. Karena melalui aplikasi peduli lindungi, bisa diketahui apakah sudah terpapar Covid-19 dan pemberian vaksin.

“Peduli lindungi sudah bisa dibuka,” terangnya. Kelonggaran yang ditetapkan pemerintah pusat dinilai merupakan persiapan untuk memasuki masa endemi setelah pandemi Covid-19. “Karena pelonggaran-pelonggaran ini bagian dari masa transisi dari pandemi menjadi endemi. Jadi poinnya di sana,” lanjut Nyoman.

Diharapkan, masa endemi bisa segera ditetapkan pemerintah pusat. “Di mana kita semua menyiapkan diri memasuki fase endemi yang mudah-mudahan tidak lama lagi bisa diwujudkan,” harapnya.

Selain itu, sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di rumah sakit. Artinya, untuk saat ini tidak ada penularan Covid-19 di Kota Mataram. “Sesuai data yang ada sampai hari ini sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 di rawat di RS,” pungkasnya. (azm)