Pemkot: Seorang WNA Bulgaria Berstatus PDP di RSUD Mataram

Petugas kepolisian bersama tim medis penanganan COVID-19 ketika merujuk Plamen Ptekov Beshirof (kanan), warga berkebangsaan Bulgaria yang berstatus PDP ke RSUD Mataram, Sabtu (4/4/2020). Inside Lombok/ANTARA/HO-Humas Polsek Senggigi

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, menyebutkan seorang warga negara asing (WNA), berkebangsaan Bulgaria berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dan dirawat di RSUD Kota Mataram.

“Hasil tes swab WNA yang sempat melarikan diri dari Rumah Sakit Harapan Keluarga itu, sampai saat ini belum keluar, jadi statusnya masih PDP COVID-19,” kata Anggota Tim Satuan Gugus Tugas COVID-19 Kota Mataram yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

Pernyataan tersebut sekaligus untuk mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Pria Bulgaria positif COVID-19 dirawat di RSUD Kota Mataram”.

Swandiasa mengatakan, berdasarkan data terakhir Senin (6/4), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, pukul 12.00 Wita, tercatat sebanyak 35 kasus PDP dan 267 kasus orang dalam pemantauan (ODP).

Sebanyak 35 kasus PDP itu, 18 orang sudah selesai dalam pengawasan, dan 17 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan, dari 267 ODP tercatat 160 sudah selesai pemantauan dan 107 masih dalam pemantauan.

“Sementara, kasus positif COVID-19 di Kota Mataram tercatat 4 orang, satu diantaranya meninggal dunia dan satu PDP yang meninggal pada Sabtu (4/4) masih menunggu hasil tes swab,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, Swandiasa mengingatkan, apabila masyarakat menerima informasi yang tidak jelas sumbernya, hendaknya melakukan cek dan ricek ke Gugus Tugas Mataram, Dinas Kominfo Mataram atau ke Dikes Kota Mataram.

“Segala informasi dan rilis data resmi hanya dikeluarkan oleh Dinas Kominfo Kota Mataram melalui Gugus Tugas Mataram,” katanya menambahkan. (Ant)