Pengunjung Tempat Wisata Membludak, Sampah Menumpuk

30
Para peziarah membawa makanan ke Makam Loang Baloq pada saat lebaran topat (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Ribuan pengunjung yang datang pada saat perayaan lebaran topat Senin (9/5) kemarin, berdampak pada tumpukan sampah di destinasi wisata di Kota Mataram. Volume sampah yang dihasilkan meningkat dari hari biasanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H.Nizar Denny Cahyadi Selasa (10/5) di Mataram mengatakan, Pemerintah Kota Mataram sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah yang cukup banyak di destinasi wisata. Namun, masih banyaknya sampah yang berserakan tersebut dinilai karena kurangnya kesadaran para pengunjung.

“Kesadaran masyarakat yang masih minim. Setiap hari itu dilaporkan, masyarakat berkunjung ke destinasi makan disana dan sampahnya dibiarkan ditempat itu,” ujarnya.

Untuk bisa menciptakan destinasi wisata yang bersih, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram melainkan juga para pengunjung. Sosialisasi untuk menjaga kebersihan di destinasi wisata akan tetap dilakukan untuk meningkatkan kesadaran.

“Kesadaran masih kurang untuk bisa menciptakan kebersihan di sana,” lirih Denny. Berdasarkan jumlah kunjungan, sampah paling banyak di destinasi wisata Loang Baloq. Volume sampah yang dihasilkan meningkat jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Tapi saat ini sudah bersih kembali.

“Beberapa hari kedepan kunjungan masih tetap banyak. Kita juga tidak bisa mau membatasi produksi sampah oleh pengunjung. Ya nanti kita angkut lagi,” katanya.

Penanganan sampah di destinasi wisata langsung dilakukan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat. Pembersihan langsung dilakukan oleh para anggota dan saat ini sudah bersih kembali.

“Anggota pokdarwis sudah bergotong royong untuk membersihkan. Tapi memang kita hanya membersihkan belum pengangkutan. Kita masih nunggu Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk mengangkut seluruh sampah yang ada disana. Tapi relative sudah bersih,” katanya.

Ia mengakui, kebersihan di destinasi wisata merupakan tanggung jawab Dinas Pariwisata. Namun
nanti dikoordinasikan dengan Dinas LH. Penanganan sampah yang ada di destinasi wisata ini apakah
akan diangkut oleh Dinas LH atau tidak.

“Apakah Dinas Pariwisata harus mengeluarkan anggaran untuk pengangkutan atau Dinas LH nanti,”
katanya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwansyah mengatakan petugas kebersihan akan mengangkut sampah yang ada di destinasi. Peningkatan jumlah pengunjung berdampak pada volume sampah.

“Nanti kita bersihkan, disana juga sudah ada petugas kebersihannya. Insya allah nanti kita angkut,” terangnya. Volume sampah di Loang Baloq pada saat lebaran topat yaitu sekitar dua ton. “Kalau hari-hari biasa tidak sebanyak ini,” tandas Irwan. (azm)