Arus Mudik Lebaran, Kasus Lakalantas di Lotim Meningkat

24
Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Donny Wira Setiawan (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pada momen mudik lebaran 1443 Hijriah kemarin, arus lalu lintas di Lombok Timur mengalami peningkatan pesat. Pasalnya, saat mudik maupun arus balik lebaran kendaraan ramai memadati jalan raya, hingga kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ikut meningkat jumlahnya.

Kendaraan para pemudik yang memadati ruas jalan pada lebaran tahun 2022 ini menyebabkan terjadinya kenaikan angka kasus lakalantas di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dibanding beberapa tahun lalu saat merebaknya kasus Covid-19. Hal itu disebabkan tingginya mobilitas di jalan raya pada arus mudik dan balik lebaran.

“Kenaikan angka kasus lakalantas tahun ini karena mobilitas yang tinggi di jalan raya karena tahun ini tidak ada lagi penyekatan seperti beberapa tahun lalu,” ucap Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Donny Wira Setiawan saat ditemui di ruangannya, Selasa (10/05).

Dituturkan Donny kasus lakalantas selalu ditemukan di lokasi yang kerap kali ramai aktivitas masyarakat, seperti pada pusat perbelanjaan dan wisata. “Mobilitas masyarakat yang tinggi di beberapa titik ditambah dengan padatnya kendaraan di jalan raya membuat adanya kecelakaan. Di mana masyarakat yang hendak menyebrang ke lokasi belanja dan wisata kerap kali mengakibatkan lakalantas,” jelasnya.

Peningkatan lakalantas tahun ini berjumlah 4 kasus yang terlapor atau naik sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut naik dikarenakan tahun lalu mobilitas masyarakat masih dibatasi.

“Tahun ini ada 4 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia, itu kasus yang terlapor belum lagi kasus lakalantas yang tidak terlapor oleh masyarakat,” tuturnya.

Sejumlah kecelakaan itu terjadi di Kecamatan Sembalun, Jerowaru, Terara, dan Aikmel. Sementara pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm dan bonceng tiga tentu mengalami peningkatan yang signifikan juga. (den)