Pentingnya Desa Persiapkan Diri Menghadapi Bencana

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bencana alam maupun non alam tidak bisa dihindari oleh semua orang, untuk itu pentingnya setiap daerah untuk melakukan mitigasi berupa pemetaan potensi bencana agar nantinya bisa meminimalisir dampak bencana.

Program yang digagas oleh Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) pertama kali dilaksankan di Desa Pringgasela Timur yang merupakan pilot project dari program mitigasi bencana yang diberi nama Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat desa.

Direktur ADBM, Roma Hidayat mengatakan, program ini tak lepas dari tupoksi ADBMI yang menjadi pemerhati para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri. Tak hanya memperhatikan PMI, ADBMI juga memperhatikan keselamatan masyarakat dengan membuat program PRB kepada pihak desa agar lebih memperhatikan potensi bencana di desanya.

“Program ini agar desa bisa mengetahui potensi bencana yang ada di desa masing-masing. Nantinya potensi bencana tersebut bisa dibenahi sehingga dapat meminimalisir bencana maupun dampaknya,” ujarnya kepada Inside Lombok, Sabtu (22/03/2021).

ADBMI memilih Desa Pringgasela Timur sebagai pilot project dikarenakan desa tersebut memiliki potensi bencana yang kecil dan juga wilayah yang hanya memiliki tiga dusun sehingga memudahkan untuk melakukan koordinasi dalam melihat potensi bencana.

“Kita pilih Desa Pringgasela Timur ini dikarenakan SDM yang ada di kami masih terbatas dan juga untuk melihat kemampuan kami. Jika kami turun ke desa yang memiliki potensi bencana yang besar, kami takutkan SDM kami tidak mampu dan juga pendanaan tidak mencukupi,” jelasnya.

Kepala Desa Pringgasela Timur, M Sabri mengatakan bahwa program yang digagas ADBMI tersebut sangat baik setelah program tersebut diterapkan di desanya, Dikatakan Sabri, dengan program tersebut ia mengetahui potensi apa yang ada di desanya sehingga ia bisa membuat program untuk perbaikan ke depannya.

“Di Pringgasela Timur terdapat pengerukan tambang, jadinya potensi bencana tanah longsor sangat berpotensi terjadi. Sehingga dengan begitu kami bisa menyiapkan langkah apa ke depannya yang akan kami lakukan,” katanya.

Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lotim, H Mahyudin mengatakan ia sangat mengapresiasi penuh langkah dari ADBMI untuk membuat PRB. Menurutnya langkah tersebut sangat baik, sehingga ia ke depannya berencana membuat program Tim Siaga Desa (TSD) untuk dapat melakukan kajian bencana yang ada di desa.

“Ke depan kita akan usulkan kepada pimpinan untuk membuat program tersebut,” imbuhnya.