Proyek Pembangunan di Lobar Diharapkan Tuntas Tepat Waktu

Kepala dinas PU Lombok Barat, Ir. Made Arthadana. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) –  Masih ada beberapa proyek pembangunan pemerintah daerah Lombok Barat berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang deviasinya masih minus atau negatif. Seperti proyek pembangunan gedung dinas dukcapil yang masih minus 3,48 persen. Kemudian pembangunan ruang rawat jalan rumah sakit Awet Muda, Narmada yang masih minus 4,05 persen. Dan yang terakhir, perawatan berkala jalan yang ada Pelangan, Labuan Poh, Sekotong yang juga dinilai masih minus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lombok Barat, Ir. Made Arthadana, menyebut bahwa proyek yang masih terbilang deviasi saat ini sedang terus dioptimalkan.

“Kami berikan penekanan untuk proyek yang deviasinya masih minus ini adalah tidak boleh ada kata terlambat dan akhir kontrak semua pembangunan harus sudah 100 persen” tegasnya.

Dirinya mengakui bahwa pihaknya telah melakukan diskusi terkait hal-hal yang memang perlu dicermati dan ditingkatkan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Untuk kantor Dukcapil memang betul di tahap-tahap konstruksi  prosesnya harus dipercepat. Tetapi karena baru mengawali, barangkali masalah material dan tukang itu masih butuh dioptimalisasi kinerjanya” Sebut Arthadana.

Kemudian terkait dengan pemeliharaan jalan berkala di Sekotong, dirinya mengakui bahwa dalam tahap persiapan itu, relatif minus.

“Begitu dari penyiapan material, peralatan dan sebagainya itu. Kemudian juga komunikasi dengan masyarakat setempat. Sehingga tidak serta merta kita bisa langsung mengerjakan proyek fisik” sebutnya.

Tetapi untuk pertengahan bulan ke dua dan ke tiga nanti, diharapkan deviasinya justru bisa naik dan positif.

“Terkait rabat jalan yang dinilai pondasinya masih belum kuat, dan masukan itu bisa jadi perhatian kita, nanti perlu kita analisis lagi itu” sebut Kepala Dinas PU Lobar ini.

Guna mengoptimalkan progres pembangunan proyek Pemda tersebut Arthadana mengkau, bahwa timnya tetap melakukan evaluasi setiap 2 Minggu Sekali.

Baik itu ketika melakukan rapat koordinasi dan rapat teknis, yang ada ditingkat bidang maupun dinas, beserta juga dengan direksi  lapangan proyek tersebut.

Menaanggapi masih adanya proyek yang deviasinya minus ini, ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah, saat ditemui di Gedung DPRD Lobar, dirinya berharap bahwa proyek pembangunan tersebut dapat terselesaikan secara optimal dan tentu saja tepat waktu, sesuai dengan kontrak sebelum habisnya tahun anggaran.

“Tapi kalau menurut saya kalau ada dananya, itu bisa selesai dalam waktu 3 bulan. Karena dalam proses perencanaannya mereka sudah lebih memahami itu” ucapnya.

Sehingga disebutnya, proyek pembangunan ini jangan sampai terjadi seperti tahun lalu. Karena proyek pembangunan ini juga ada yang sumber anggarannya dari pinjaman daerah.

“Kita dorong lah nanti supaya bisa cepat diselesaikan sesuai batas waktu” tutupnya.