Proyek Pengembangan Rampung, Bandara Lombok Siap Sambut WSBK dan MotoGP

Terminal Bandara Lombok yang kini bisa menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya sebanyak 3 juta, Rabu (14/10/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) -Bandara Lombok telah siap menyambut kejuaraan dunia World Superbike (WSBK) pada November 2021 dan MotoGP 2022 mendatang. Beberapa proyek utama pengembangan bandara untuk mendukung kedua event tersebut saat ini sudah rampung dan siap dioperasikan.

“Sekarang kami tinggal menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan untuk pengoperasian. Yang jelas bandara sudah siap, semua proyek sudah selesai dikerjakan,” ujar Manajer Komunikasi dan Hukum Bandara Lombok, Arif Haryanto saat memberi keterangan, Kamis (14/10) di Bandara Lombok.

Disebutkan Arif, untuk terminal penumpang saat ini sudah diperluas menjadi dua kali lipat dari luas sebelumnya, dengan spesifikasi terbaru mencapai 43.500 meter persegi. Luasan tersebut dapat menampung 7 juta penumpang per tahun, dari sebelumnya kapasitas terminal dengan 3 juta penumpang per tahun.

Apron atau parkiran pesawat juga sudah diperluas hingga bisa menampung 10 pesawat berbadan sempit serta 6 pesawat berbadan lebar sekelas boeing 777. “Jadi total 16 pesawat yang bisa kita tampung di apron Bandara Lombok,” jelasnya.

Kemudian untuk runway telah diperpanjang dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Daya dukung runway tersebut memadai untuk operasional pesawat boeing 777 serta kargo logistik untuk peserta WSBK maupun MotoGP.

Pihaknya juga melakukan peningkatan fasilitas kargo dengan membuat akses jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan kargo inti langsung ke jalan bypass Bandara-Mandalika. Sehingga tidak menyatu dengan akses jalan penumpang.

“Kemudian ada juga pelataran parkir kita buat kapasitas sampai dengan 40 truk kargo. Itu yang kami siapkan di Bandara untuk menunjang event WSBK di 2021 dan MotoGP 2022,” ungkapnya.

Dikatakan, semua proyek tersebut juga sudah disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Sehingga dinyatakan layak untuk dioperasikan. Namun pengoperasian sendiri masih menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan.

Hal itu lantaran kedatangan pengunjung di Bandara Lombok saat ini masih landai, meski terjadi peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, Lombok juga belum diputuskan sebagai pintu kedatangan internasional seperti Bali, Jakarta dan Manado yang sudah ditetapkan pusat beberapa hari lalu.

“Lombok sampai saat ini belum (ditentukan). Jadi saat ini kita masih menunggu kepastian pemerintah juga untuk operasional ini. Tetapi pada dasarnya kita sudah siap,” pungkas Arif.